Bandara Riyadh Kembali Diserang Sehari setelah Rudal Houthi Renggut 12 Nyawa

img-redaksi Muhaimin
Senin, 12 Oktober 2026 - 07:11 WIB
Bandara Riyadh Kembali Diserang Sehari setelah Rudal Houthi Renggut 12 Nyawa
Terminal 4 Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Kerajaan Arab Saudi, diserang proyektil tak dikenal yang tewaskan satu orang, Minggu (11/10/2026). Foto/Roya News
A
A
A
RIYADH - Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Kerajaan Arab Saudi, kembali menjadi sasaran serangan mematikan hanya sehari setelah serangan rudal kelompok Houthi Yaman menewaskan 12 orang dan melukai 309 orang di fasilitas tersebut.

Serangan terbaru pada hari Minggu (11/10/2026) menewaskan seorang warga Pakistan yang tinggal di Arab Saudi dan melukai 11 orang lainnya, menurut Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA).

Sebuah proyektil yang belum diketahui jenisnya menghantam Terminal 4 bandara tersebut hingga memicu kebakaran. Demikian disampaikan juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki.

"Koalisi juga mencegat dan menghancurkan sebuah rudal jelajah di sekitar bandara," katanya.

GACA menyatakan bahwa para korban luka segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Sementara itu, tingkat kerusakan bandara masih dalam proses penilaian.

Dengan tambahan korban dari serangan terbaru, jumlah korban dari kedua serangan mematikan tersebut mencapai 13 orang tewas dan 320 orang terluka.

Bandara itu masih ditutup sejak serangan mematikan pada Sabtu, yang menewaskan 12 orang, yakni empat warga negara Arab Saudi dan delapan warga negara asing. Para warga asing itu termasuk dua warga Bangladesh serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan. Sejumlah korban luka dilaporkan berada dalam kondisi kritis.

Kelompok Houthi Yaman, yang bernama resmi Ansar Allah, mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap Bandara Riyadh pada Sabtu. Kelompok tersebut juga mengeklaim telah melancarkan serangan terhadap sebuah bandara di Dammam, Provinsi Timur Arab Saudi, serta dua fasilitas milik raksasa minyak Saudi, Aramco.

Otoritas Arab Saudi belum segera mengonfirmasi klaim serangan terhadap fasilitas minyak tersebut. Houthi juga tidak mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap Bandara Riyadh pada Minggu, tetapi mengeluarkan peringatan baru kepada maskapai penerbangan dan para pelancong agar tidak menggunakan bandara-bandara di Arab Saudi.

Kelompok itu memperingatkan bahwa situasi hanya akan semakin memburuk jika Riyadh tidak menghentikan apa yang mereka sebut sebagai campur tangan dalam urusan Yaman.

Perkembangan ini terjadi di tengah eskalasi tajam pertempuran antara Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi. Koalisi tersebut telah mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dalam melawan Houthi sejak melakukan intervensi dalam perang saudara negara itu pada 2015.

Permusuhan berskala besar sebagian besar mereda setelah gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2022. Namun, pertempuran kembali berkobar pada musim panas tahun ini setelah pasukan Yaman yang didukung Arab Saudi membom sebuah bandara di Sanaa, ibu kota yang dikuasai Houthi. Serangan itu dilaporkan bertujuan mencegah sebuah delegasi yang kembali dari Iran mendarat di bandara tersebut.

Dalam beberapa pekan terakhir, kelompok Houthi yang didukung Iran meraih kemajuan teritorial signifikan di wilayah barat daya Yaman. Kelompok itu memperluas kendalinya di sepanjang pesisir Laut Merah dan di sekitar Selat Bab el-Mandeb yang strategis.

Jalur perairan sempit yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden tersebut merupakan salah satu rute pelayaran terpenting di dunia. Houthi juga memperluas kehadirannya di sejumlah pulau di Laut Merah.

Pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi kemudian melancarkan serangan balasan untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi.

Awal pekan ini, pasukan tersebut dilaporkan berhasil merebut kembali pasar dan markas keamanan di Distrik Al-Masrakh, Provinsi Taiz.

Arab Saudi juga meningkatkan kampanye pengebomannya untuk mendukung ofensif pemerintah Yaman. Houthi mengeklaim bahwa pesawat-pesawat tempur Arab Saudi telah melancarkan 124 serangan udara dalam kurun waktu 24 jam, dengan sasaran ibu kota Sanaa dan Saada, basis utama kelompok tersebut di wilayah utara Yaman.
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Bandara Riyadh Kembali Diserang Sehari setelah Rudal Houthi Renggut 12 Nyawa
International
Senin, 12 Oktober 2026 - 07:11 WIB