Donald Trump akan bantu Arab Saudi gempur Houthi. Foto/X
WASHINGTON - Presiden Donald Trump menyatakan bahwa AS bisa saja bergabung dalam operasi militer Arab Saudi melawan kelompok Houthi di Yaman. Itu adalah sebuah sinyal potensi perubahan sikap dari keengganannya sebelumnya untuk terlibat langsung dalam konflik yang kian memanas tersebut.
4 Alasan Trump Akan Bantu Saudi Gempur Houthi, Permohonan Berulang Kali MBS
1. Houthi Serang Bandara Riyadh
Saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada hari Sabtu, Trump ditanya apakah pasukan AS bisa bergabung dalam serangan Saudi terhadap kelompok Yaman tersebut—yang juga dikenal sebagai Ansar Allah—menyusul serangan mematikan lainnya di bandara internasional Riyadh.
"Mungkin saja. Kami akan mempertimbangkannya," jawab Trump. "Kami baru saja mengetahui tentang serangan terbaru itu. Jadi, kami akan mengambil keputusan. Kami bertindak sangat cepat."
Trump kemudian mengisyaratkan bahwa Arab Saudi mampu mempertahankan diri tanpa keterlibatan AS, seraya menyebut serangan terbaru terhadap kerajaan tersebut sebagai tindakan yang "mengerikan."
"Mereka mampu mempertahankan diri. Pihak Saudi adalah petarung yang tangguh. Namun, menurut saya serangan itu adalah hal yang mengerikan," ujar Trump kepada wartawan.
2. Aksi Houthi Dinilai Buruk
Saat ditanya kembali apakah AS akan melakukan intervensi, ia berkata: "Anda akan segera mengetahuinya... Kami menjalin komunikasi dengan pihak Houthi, dan kita lihat saja apa yang terjadi. Namun, tindakan mereka itu sangat buruk."
Kelompok Houthi mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, yang merupakan salah satu dari beberapa serangan yang menargetkan bandara-bandara Saudi dalam beberapa hari terakhir.
Dalam wawancara eksklusif dengan RT, pejabat senior Ansar Allah, Mohammed al-Bukhaiti, mengatakan bahwa serangan-serangan itu bertujuan memaksa Riyadh menerima "perdamaian yang komprehensif dan permanen" serta mengakhiri perang dan blokade timbal balik.
Pertempuran kembali memanas saat pasukan Yaman yang didukung Saudi melancarkan serangan besar untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi, termasuk area strategis di dekat Selat Bab el-Mandeb. Koalisi pimpinan Saudi menyatakan pada hari Jumat bahwa mereka telah meluncurkan "operasi berskala besar" terhadap kelompok tersebut dan menghancurkan 136 target militer, menurut keterangan juru bicara koalisi.
3. MBS Berulang Kali Meminta Bantuan AS
Pernyataan Trump mengisyaratkan potensi perubahan sikap AS. Pada bulan September, Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman berulang kali meminta bantuan militer AS untuk menghadapi Houthi, namun Trump akhirnya memutuskan untuk tidak memberikan izin serangan meskipun persiapan operasi telah dilakukan, menurut laporan New York Times.
Washington dilaporkan terus memberikan dukungan intelijen dan dukungan non-tempur lainnya kepada Riyadh, namun serangan langsung AS terhadap Houthi akan membuka front baru dalam konflik regional tersebut.
Pada bulan Maret 2025, Trump memerintahkan serangan udara dan laut AS selama beberapa minggu terhadap posisi-posisi Houthi, yang menargetkan peluncur rudal, instalasi radar, dan infrastruktur militer lainnya dalam upaya menghentikan serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah. Kampanye tersebut berakhir secara mendadak pada bulan Mei di bawah kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Oman, setelah Houthi setuju untuk berhenti menargetkan kapal-kapal AS.
4. Semua Tergantung dengan Kesepakatan AS dan Houthi
Pada bulan September, Trump mengklaim bahwa Houthi telah menghubungi Washington untuk menghindari konfrontasi lebih lanjut dengan pasukan AS, seraya mengatakan bahwa kelompok tersebut "lebih memilih agar kita tidak terlibat." Pihak Ansar Allah membantah adanya kontak tersebut.
Eskalasi terbaru ini terjadi di tengah konflik regional yang lebih luas, yang dipicu oleh perang AS-Israel melawan Iran pada bulan Februari. Kelompok Houthi telah memperluas kendali mereka di sepanjang pesisir Laut Merah Yaman, sehingga mengancam jalur pelayaran vital yang semakin diandalkan oleh Arab Saudi untuk ekspor minyak di tengah gangguan lalu lintas melalui Selat Hormuz.
(ahm)