Hitler Mussolini menang pemilu di Peru. Foto/X/@GlobeEyeNews
LIMA - Nama Hitler dan Mussolini kembali menjadi sorotan dunia setelah seorang politikus bernama Hitler Mussolini Simeón Flores terpilih sebagai wali kota diPeru. Pria berusia 45 tahun itu memenangkan pemilihan kepala daerah di Distrik Queropalca, wilayah Huánuco, dengan mengantongi 229 suara.
Kemenangan tersebut menarik perhatian internasional karena nama Hitler Mussolini identik dengan dua tokoh diktator paling kontroversial dalam sejarah dunia, yakni Adolf Hitler, pemimpin Nazi Jerman, dan Benito Mussolini, diktator Italia sekaligus pendiri gerakan fasisme.
Namun, Hitler Mussolini Simeón Flores bukanlah kedua tokoh tersebut. Ia merupakan politikus Peru yang maju sebagai kandidat dari partai berhaluan kiri-tengah, Ahora Nación.
Hitler Mussolini Menang Pemilu di Peru, Ternyata Ini Sosok di Balik Nama Kontroversial Itu
1. Menang Tipis dengan Selisih 25 Suara
Berdasarkan hasil pemilihan lokal yang berlangsung pada 4 Oktober 2026, Hitler Mussolini Simeón Flores memperoleh 229 suara atau sekitar 34,54 persen dari total 663 suara sah.
Ia mengungguli pesaing terdekatnya, Gaspar Benilde Osorio Zambrano, yang meraih 204 suara atau sekitar 30,8 persen.
Hasil tersebut menunjukkan persaingan yang ketat dalam pemilihan wali kota di Queropalca, sebuah distrik kecil di wilayah Andes, Peru. Flores dijadwalkan mulai menjabat pada 1 Januari 2027.
2. Pengusaha di Bidang Transportasi
Hitler Mussolini Simeón Flores merupakan pengusaha yang bergerak di bidang transportasi barang. Ia juga diketahui pernah berafiliasi dengan partai Popular Force yang mendukung politikus Keiko Fujimori, sebelum meninggalkan partai tersebut pada 2025.
Dalam pemilihan kali ini, ia maju melalui Ahora Nación, partai yang berhaluan kiri-tengah. Karena itu, kemenangan Flores tidak serta-merta menunjukkan kebangkitan ideologi Nazi atau fasisme di Peru.
Sorotan publik justru muncul dari kombinasi nama depannya yang mengingatkan dunia pada dua diktator Eropa abad ke-20.
3. Bukan Pertama Kali Nama Hitler Menang Pemilu di Peru
Fenomena politikus bernama Hitler yang terpilih melalui pemilu ternyata bukan hal baru di Peru.
Pada 2018, Hitler Alba Sánchez terpilih sebagai wali kota Distrik Yungar di wilayah Andes. Ia sebelumnya juga pernah menjabat sebagai wali kota pada periode 2011–2014.
Selain itu, Hitler Saavedra Casternoque, seorang dokter, pernah terpilih menjadi anggota parlemen Peru pada 2021 melalui partai Somos Peru.
Kasus-kasus tersebut menunjukkan bahwa nama yang memiliki konotasi historis kontroversial tidak selalu mencerminkan pandangan politik atau ideologi seseorang.
4. Mengapa Nama Hitler dan Mussolini Begitu Sensitif?
Adolf Hitler memimpin Jerman Nazi dan bertanggung jawab atas Holocaust, pembantaian sistematis terhadap enam juta orang Yahudi, serta berbagai kejahatan kemanusiaan selama Perang Dunia II.
Sementara itu, Benito Mussolini mendirikan rezim fasis di Italia dan bersekutu dengan Jerman Nazi selama perang tersebut.
Keduanya menjadi simbol kediktatoran, represi politik, rasisme, dan kekerasan massal dalam sejarah modern.
Karena latar belakang tersebut, kemunculan nama Hitler Mussolini dalam kontestasi politik Peru dengan cepat menarik perhatian media internasional.
Meski demikian, penting untuk membedakan kemiripan nama dengan kesamaan ideologi. Kemenangan Flores dalam pemilihan lokal tersebut merupakan hasil kontestasi politik di tingkat distrik, bukan bukti bahwa masyarakat Peru memilih Adolf Hitler atau Benito Mussolini kembali berkuasa.
(ahm)