Siap Sambut Invasi Darat AS, 50 Unit Pasukan Elite Iran Disiagakan di Sepanjang Perbatasan

img-redaksi Andika Hendra Mustaqim
Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:25 WIB
Siap Sambut Invasi Darat AS, 50 Unit Pasukan Elite Iran Disiagakan di Sepanjang Perbatasan
Sebanyak 500 unit pasukan elite Iran disiagakan di sepanjang perbatasan. Foto/X
A
A
A
TEHERAN - Lebih dari 50 unit tempur dan pendukung Angkatan Darat Iran dikerahkan di sepanjang perbatasan negara itu pada awal perang agresi kedua oleh AS dan Israel untuk menangkal ancaman musuh dan mempertahankan wilayah perbatasan Iran.

Dalam wawancara dengan kantor berita Fars yang diterbitkan pada hari Sabtu, Brigadir Jenderal Ali Jahanshahi mengatakan bahwa pengerahan pasukan tersebut membentang dari barat laut ke barat dan barat daya, serta dari timur ke tenggara, termasuk wilayah pesisir Makran.

Ia menyebutkan bahwa operasi tersebut melibatkan perjalanan darat sejauh lebih dari sembilan juta kilometer, sementara amunisi dan peralatan diangkut menggunakan kendaraan militer berat.

AS dan rezim Israel melancarkan perang kriminal pertama mereka terhadap Iran—yang berlangsung selama 12 hari—pada bulan Juni 2025. Agresi kedua mereka dimulai pada 28 Februari 2026 dan berakhir pada awal April setelah berlangsung selama 40 hari.

Dalam kedua perang tersebut, perlawanan Iran dan operasi balasan yang sukses memaksa pihak agresor untuk menerima gencatan senjata.

Melansir Press TV, sang komandan menyatakan bahwa kesiapan Angkatan Darat dalam "Perang 40 Hari" tersebut merupakan hasil dari langkah-langkah yang diambil setelah "Perang 12 Hari", termasuk revisi rencana operasional, perubahan formasi tempur, serta melengkapi unit-unit dengan senjata presisi tinggi, senjata pintar, dan senjata berbasis jaringan. ‘Sibuk menghadapi musuh': Iran sebut produksi senjata melonjak pasca-agresi

Saat ditanya mengenai kesiapan Angkatan Bersenjata menghadapi kemungkinan agresi lanjutan terhadap negara tersebut, Jahanshahi mengatakan bahwa operasi pengintaian telah dilakukan di seluruh negeri untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya pasukan musuh ke wilayah Iran.

"Lokasi-lokasi di mana pesawat musuh mungkin mendarat atau berada—termasuk lapangan terbang yang sudah tidak beroperasi—telah diidentifikasi, dan unit-unit yang diperlukan untuk menangkal ancaman semacam itu telah disiapkan," ujarnya.

Komandan tersebut menambahkan bahwa langkah-langkah intelijen juga telah diambil, seraya menegaskan bahwa pihaknya memiliki cakupan intelijen yang komprehensif mengenai situasi yang ada.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya aktivitas militer AS di Asia Barat dan retorika yang semakin bermusuhan dari para pejabat Amerika terhadap Republik Islam tersebut.

Teheran telah berulang kali memperingatkan bahwa pangkalan dan aset angkatan laut AS di seluruh kawasan akan menjadi sasaran sebagai tanggapan atas setiap agresi baru terhadap wilayah Iran.
(ahm)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Ratusan Tentara Bayaran Arab Saudi Tewas Akibat Serangan Balasan Houthi
International
Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:30 WIB
Politisi Israel: Membunuh Ayatollah Ali Khamenei Adalah Kesalahan
International
Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:58 WIB