Politisi Israel: Membunuh Ayatollah Ali Khamenei Adalah Kesalahan

img-redaksi Muhaimin
Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:58 WIB
Politisi Israel: Membunuh Ayatollah Ali Khamenei Adalah Kesalahan
Almarhum Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin Iran yang meninggal dalam agresi gabungan AS dan Israel pada 28 Februari 2026. Foto/Mehr News
A
A
A
TEL AVIV - Yair Golan, pemimpin Partai Demokrat Israel, mengatakan tindakan Israel dan Amerika Serikat (AS) membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei adalah sebuah kesalahan. Alasannya, kematian Khamenei tidak memajukan kepentingan strategis Israel.

"Menurut saya, secara tegas, penyingkiran Khamenei—sang ayah—adalah sebuah kesalahan; bukan karena dia tidak pantas mati, melainkan karena hal itu tidak melayani kepentingan Negara Israel," kata Golan, seperti dikutip dari Roya News, Minggu (11/10/2026).

Pernyataannya menantang dasar pemikiran strategis di balik pembunuhan pemimpin Iran yang telah lama menjabat tersebut, serta memunculkan pertanyaan apakah operasi itu berhasil mencapai tujuan politik dan militer yang diinginkan.

Khamenei tewas dalam serangan awal perang AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari, bersama dengan beberapa pejabat senior Iran lainnya.

Putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, kemudian menggantikannya sebagai pemimpin tertinggi, melanjutkan kepemimpinan Republik Islam tersebut.

Pembunuhan tersebut menandai eskalasi besar dalam konflik yang bermula dari operasi militer AS dan Israel terhadap Iran.

Golan juga mengkritik tujuan yang dinyatakan oleh Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu untuk menggulingkan pemerintah Iran, dengan menyebut tujuan tersebut tidak realistis.

Komentarnya mengisyaratkan bahwa menyingkirkan para pemimpin senior Iran tidak serta-merta berarti tercapainya tujuan politik yang lebih luas, termasuk perubahan rezim. Pernyataan tersebut muncul di tengah perdebatan yang terus berlanjut mengenai tujuan strategis perang, dampaknya terhadap kawasan, serta prospek tercapainya penyelesaian politik yang dapat mengubah sistem pemerintahan Iran.

Pada tahun 2003, Khamenei mengeluarkan dekret keagamaan—yang dikenal sebagai fatwa—yang melarang penggunaan senjata nuklir dengan alasan bahwa senjata tersebut melanggar prinsip-prinsip Islam.

Fatwa tersebut kerap menjadi rujukan dalam pembahasan mengenai program nuklir Iran, meskipun perselisihan antara Teheran dan pemerintah negara-negara Barat terkait program itu terus berlangsung selama bertahun-tahun.

Kritik Golan terhadap operasi pembunuhan tersebut menambah perdebatan di kalangan internal Israel mengenai dampak perang serta apakah operasi militer yang dilakukan mampu mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Politisi Israel: Membunuh Ayatollah Ali Khamenei Adalah Kesalahan
International
Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:58 WIB