Arab Saudi Marah Rudal Houthi Tewaskan 12 Orang di Bandara Riyadh: Ini Kejahatan Perang dan Tindakan Teroris!

img-redaksi Muhaimin
Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:15 WIB
Arab Saudi Marah Rudal Houthi Tewaskan 12 Orang di Bandara Riyadh: Ini Kejahatan Perang dan Tindakan Teroris!
Militer Kerajaan Arab Saudi marah setelah serangan rudal Houthi menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Foto/SPA
A
A
A
RIYADH - Kerajaan Arab Saudi marah setelah serangan rudal kelompok Houthi menewaskan 12 orang dan melukai 309 orang lainnya di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada hari Sabtu. Seorang jenderal kerajaan menyebutnya sebagai kejahatan perang.

Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, perwira senior kerajaan yang juga juru biicara Koalisi Pendukung Legitimasi di Yaman, berjanji akan memberikan respons tegas sesuai dengan hukum humaniter internasional.

Menurutnya, serangan rudal pada hari Sabtu yang menyasar terminal penumpang bandara merupakan "kejahatan perang nyata" berdasarkan hukum humaniter internasional dan aturan perang yang berlaku umum.

Al-Maliki juga menyebut serangan tersebut sebagai "tindakan teroris" yang dilakukan oleh milisi Houthi, seraya menyatakan bahwa tindakan itu melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan dan nilai-nilai moral.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) Arab Saudi mengonfirmasi bahwa 12 orang tewas dan 309 lainnya terluka dalam serangan hari Sabtu terhadap Bandara Internasional King Khalid.

Korban tewas mencakup empat warga negara Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga negara dari Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.

GACA menyatakan bahwa beberapa korban luka masih dalam kondisi kritis dan sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Otoritas tersebut juga mengonfirmasi bahwa serangan itu menyebabkan kerusakan properti, dan penilaian sedang dilakukan untuk menentukan tingkat kerusakannya.

Serangan hari Sabtu itu menyebabkan penangguhan sementara operasional bandara sementara pihak berwenang menilai kerusakan dan memastikan keamanan fasilitas.

Mohammed al-Bukhaiti, seorang pejabat senior Houthi, mengatakan milisi tersebut bertanggung jawab atas serangan di Bandara King Khalid pada Sabtu. Dia menyebut serangan itu sebagai balasan atas serangan Arab Saudi, termasuk terhadap infrastruktur sipil di Yaman.

"Houthi melancarkan serangan tersebut agar dunia memahami bahwa bandara, pelabuhan laut, gedung pernikahan dan pemakaman, rumah sakit, serta pasar di Yaman merupakan fasilitas sipil yang tidak boleh menjadi sasaran atau dirusak—dan bahwa aturan yang sama yang berlaku bagi fasilitas-fasilitas tersebut di Yaman juga harus berlaku bagi fasilitas sejenis di mana pun," katanya, seperti dikutip dari The New York Times, Minggu (11/10/2026).

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa Washington mungkin akan bergabung dengan kampanye militer Arab Saudi melawan kelompok Houthi di Yaman. Isyarat ini disampaikan setelah seroang warga negara AS termasuk di antara 12 korban tewas.

Trump sebelumnya enggan untuk melibatkan AS dalam konflik yang terus memanas tersebut.

Saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada hari Sabtu, Trump ditanya apakah pasukan Amerika dapat bergabung dalam serangan Saudi terhadap kelompok Houthi Yaman—yang juga dikenal sebagai Ansar Allah—menyusul serangan mematikan terbaru di Bandara King Khalid.

"Kami mungkin saja melakukannya. Kami akan mempertimbangkannya," jawab Trump. "Kami baru saja mengetahui tentang serangan terbaru itu. Jadi, kami akan mengambil keputusan. Kami bertindak sangat cepat."
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Politisi Israel: Membunuh Ayatollah Ali Khamenei Adalah Kesalahan
International
Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:58 WIB
Rudal Houthi Serang Bandara Riyadh Arab Saudi, 12 Orang Tewas, 309 Terluka
International
Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:24 WIB