Kronologi Alex Rins Ribut dengan Marshal dan Acungkan Jari Tengah di Mandalika, Berujung Minta Maaf

img-redaksi Susanto
Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:13 WIB
Kronologi Alex Rins Ribut dengan Marshal dan Acungkan Jari Tengah di Mandalika, Berujung Minta Maaf
Kronologi Alex Rins Ribut dengan Marshal dan Acungkan Jari Tengah di Mandalika, Berujung Minta Maaf
A
A
A
MANDALIKA - Pebalap Yamaha, Alex Rins, menjadi sorotan setelah terlibat ketegangan dengan marshal saat sesi Practice MotoGP Mandalika 2026. Pebalap asal Spanyol itu sempat mengacungkan jari tengah sebelum akhirnya meminta maaf kepada petugas melalui media sosial.

Insiden tersebut terjadi ketika sesi latihan menyisakan sekitar dua menit. Rins berusaha kembali ke paddock secepat mungkin agar masih memiliki kesempatan melanjutkan persiapan. Namun, upayanya terhambat ketika ia hendak menumpang sepeda motor yang berada di dekatnya dan sedang diduduki seorang marshal.

Dua marshal kemudian mendekat dan terlibat pembicaraan mengenai kendaraan yang akan digunakan untuk mengantarkan Rins. Perbedaan instruksi membuat pebalap Yamaha itu tidak bisa segera melanjutkan perjalanan. Dalam situasi yang semakin mendesak, Rins terlihat kesal, turun dari posisinya, lalu mengacungkan jari tengah ke arah petugas.

Rins akhirnya menggunakan sepeda motor milik seorang fotografer untuk kembali ke paddock. Rekaman gesturnya kemudian beredar dan memicu perbincangan. Namun, penjelasan yang diunggah melalui akun Instagram @so_icexy menyebutkan bahwa insiden tersebut juga dipengaruhi perbedaan arahan di antara petugas lapangan.

Menurut penjelasan akun tersebut, marshal di area itu mendapat instruksi untuk mengangkut pebalap yang terjatuh menggunakan mobil. Prosedur tersebut berkaitan dengan jalur menuju paddock yang melewati kawasan penonton, sehingga dikhawatirkan penggemar akan berkerumun di sekitar pebalap. Di sisi lain, salah satu marshal disebut berusaha membantu Rins menggunakan sepeda motor, sedangkan petugas lainnya meminta agar prosedur awal tetap diikuti.

Perbedaan pendekatan tersebut memicu perdebatan ketika waktu latihan hampir habis. Meski demikian, penjelasan mengenai prosedur dan komunikasi antarpetugas itu berasal dari unggahan akun tersebut, bukan keterangan resmi yang disampaikan dalam bahan pemberitaan.

Setelah insiden menjadi perhatian publik, Rins menyampaikan permintaan maaf kepada marshal melalui media sosial. Ia mengakui ketegangan yang terjadi selama sesi latihan. "Sebuah momen penuh ketegangan di tengah sesi latihan... Saya meminta maaf kepada marshal," tulis Rins.

Insiden itu terjadi pada hari ketika Rins juga harus menerima hasil Practice yang kurang memuaskan. Ia finis di posisi ke-11 sehingga gagal mengamankan tiket langsung ke sesi kualifikasi kedua (Q2), meskipun menilai motornya memiliki kecepatan yang cukup baik.

Dalam unggahannya, Rins mengungkapkan kekecewaan karena hanya terpaut sedikit dari kesempatan lolos langsung ke Q2. Ia tetap melihat sisi positif dari performa motornya dan menegaskan perjuangannya belum berakhir.

Permintaan maaf Rins menutup insiden yang bermula dari upayanya kembali ke paddock di tengah keterbatasan waktu. Peristiwa tersebut juga menyoroti pentingnya koordinasi dan kejelasan instruksi bagi petugas di lintasan, terutama ketika pebalap membutuhkan penanganan cepat selama sesi berlangsung.
(sto)
See original source
link link link link
Berita Terkait