Yaman Terus Memanas! Pasukan Pro-Saudi Luncurkan 2.750 Serangan dan Lumpuhkan 1.400 Pemberontak Houthi

img-redaksi Andika Hendra Mustaqim
Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB
Yaman Terus Memanas! Pasukan Pro-Saudi Luncurkan 2.750 Serangan dan Lumpuhkan 1.400 Pemberontak Houthi
Perang Yaman terus memanas. Foto/X/Press TV
A
A
A
SANAA - Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menyatakan melakukan lebih dari 2.750 serangan presisi dalam operasi militer selama 24 jam terakhir, yang mengakibatkan "dilumpuhkannya" lebih dari 1.400 petempur Houthi.

Juru bicara angkatan bersenjata, Kolonel Majid al-Nuzaili, mengatakan dalam pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Saba bahwa operasi tersebut—yang merupakan bagian dari kampanye "Fajar Yaman" (Dawn of Yemen)—juga menyasar aset-aset militer bernilai strategis jauh di dalam wilayah yang dikuasai Houthi.

Ia menambahkan bahwa pasukan darat "berhasil" menembus pertahanan Houthi, merebut kembali posisi-posisi yang penting secara operasional, mengamankan wilayah yang telah dikuasai, serta terus melanjutkan serangan sesuai dengan rencana operasi.

Pemerintah Yaman pada hari Minggu mengumumkan dimulainya operasi "Fajar Yaman" untuk merebut kembali wilayah Yaman yang dikuasai oleh kelompok Houthi yang didukung Iran.

Kemudian, Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengutuk serangan Houthi terhadap Bandara Internasional Aden dan memastikan penegakan embargo senjata terhadap kelompok tersebut.

Melansir Al Jazeera, dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Dewan Keamanan dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Duta Besar Yaman untuk PBB Abdullah al-Saadi menyatakan bahwa bandara tersebut diserang pada tanggal 7 Oktober menggunakan dua rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) bermuatan bahan peledak saat sebuah penerbangan sipil sedang mendekat.

Pemerintah menyatakan bahwa serangan tersebut membahayakan penumpang, staf, serta pesawat, dan merupakan eskalasi serius terhadap penerbangan sipil.

Pemerintah juga menyerukan upaya yang lebih kuat untuk mencegah masuknya senjata, komponen, dan keahlian militer ke tangan Houthi.

Selanjutnya, AS menuntut agar Houthi menghentikan serangan terhadap pemerintah Yaman yang diakui secara internasional serta negara tetangganya, Arab Saudi. Saat berbicara di hadapan Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat, Jeff Bartos—Duta Besar AS untuk PBB yang membidangi manajemen dan reformasi—menuduh kelompok Houthi bertindak atas nama Iran dan mendesak Teheran untuk menghentikan segala bentuk dukungan terhadap kelompok tersebut.

Sebelumnya, Utusan Khusus PBB untuk Yaman, Hans Grundberg, menyatakan bahwa negara tersebut telah kembali ke situasi "perang skala penuh" dan mendesak Dewan Keamanan untuk mendukung upaya mediasi.

Tiga warga negara Arab Saudi tewas ketika kelompok Houthi menyerang Bandara Internasional King Khalid, di sebelah utara Riyadh, pada hari Kamis.

Duta Besar Arab Saudi untuk PBB, Mohammed Al-Jaber, mengatakan pada hari Jumat bahwa pasukan pemerintah Yaman telah berhasil merebut kembali kendali atas Selat Bab al-Mandeb, jalur yang dilalui oleh sekitar 12 persen perdagangan global.

Rute yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden ini memberikan alternatif bagi Arab Saudi—selain Selat Hormuz—untuk kegiatan ekspor minyaknya.
(ahm)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Lebih dari 100 NGO Sebut Gencatan Senjata Gaza Hanya Ada di Atas Kertas
International
Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:35 WIB