SEAA Masters 2026 Jadi Upaya PB Akuatik Perkuat Ekosistem Renang. Foto: SINDOnews/Cikal Bintang Raissatria
JAKARTA - PB Akuatik Indonesia menjadikan 3rd SEAA Masters Swimming Championships 2026 sebagai salah satu upaya memperkuat ekosistem akuatik nasional. Kejuaraan tersebut diharapkan mendorong semakin banyak masyarakat terlibat dalam olahraga renang sekaligus membuka peluang pertumbuhan industri pendukungnya.
Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin E. Rahardjo, mengatakan renang masters memiliki dampak langsung terhadap perkembangan ekosistem akuatik di Tanah Air. Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (9/10/2026).
"Renang masters ini berdampak langsung terhadap perluasan dan penguatan ekosistem akuatik Indonesia," kata Harlin E. Rahardjo dalam konferensi pers, Jumat (9/10/2026).
Menurutnya, peningkatan jumlah masyarakat yang aktif berenang turut mendorong kebutuhan terhadap berbagai layanan dan fasilitas olahraga.
Semakin banyak masyarakat yang berenang akan meningkatkan kebutuhan terhadap pelatih, kolam renang, perlengkapan olahraga, ahli nutrisi, hingga tenaga medis olahraga. Klub renang yang sebelumnya berfokus pada pembinaan atlet kelompok umur dan elite juga mulai mengembangkan pembinaan bagi perenang masters.
"Ekosistem akuatik ini berkembang, bukan hanya dari perlombaannya, tetapi juga dari semakin banyak orang yang terlibat," ujarnya.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa renang masters tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga memperluas partisipasi masyarakat dalam olahraga akuatik.
PB Akuatik Indonesia akan menggelar 3rd SEAA Masters Swimming Championships 2026 di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 17-18 Oktober 2026. Kejuaraan ini akan diikuti sekitar 600 perenang dari 76 klub dan komunitas.
Peserta berasal dari Indonesia, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Vietnam. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan edisi 2019 di Indonesia yang diikuti 344 peserta.
Harlin menilai perkembangan renang masters turut membuka peluang pertumbuhan industri olahraga akuatik. Para peserta membutuhkan program latihan, fasilitas yang memadai, serta perlengkapan untuk menunjang aktivitas renang mereka.
Kejuaraan tersebut terbuka bagi perenang berusia 25 hingga 86 tahun. Salah satu peserta yang dijadwalkan tampil adalah pemegang rekor dunia masters kelompok umur 45-49 tahun putri, Shauna Krkalo, yang mewakili komunitas renang URPA ITB. Perlombaan akan berlangsung di kolam lintasan pendek sepanjang 25 meter di Stadion Akuatik GBK.
"Mudah-mudahan bisa ada pemecahan rekor dunia renang masters di Stadion Akuatik GBK," tukas Harlin.
(sto)