Presiden AS Donald Trump. Foto/anadolu
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan terkait Iran dalam rapat umum kampanye di Syracuse, New York. Ia berharap dapat segera "menyelesaikan atau memenangkan" perang Iran serta perang Rusia-Ukraina.
Dalam acara yang berlangsung pada hari Jumat tersebut, ia kembali menegaskan penyelesaian perang Iran "akan terjadi dengan sangat cepat, dengan satu atau lain cara."
Ia mengulangi ancamannya terhadap Iran dengan mengatakan, "Entah mereka menyerahkan segalanya kepada kita atau mereka tidak akan ada lagi."
Ia menambahkan bahwa upaya penyelesaian konflik-konflik tersebut "berjalan dengan sangat cepat".
Sementara itu, Kenneth Roth, peneliti senior di Universitas Yale sekaligus mantan direktur eksekutif Human Rights Watch, mengatakan sanksi baru AS terhadap Mahkamah Pidana Internasional (ICC) tidak menandai berakhirnya tatanan global yang berbasis aturan.
Roth berpendapat pemerintahan Trump berupaya "menciptakan dunia yang aman bagi penjahat perang Amerika dan Israel."
Dia mencatat Washington juga pernah berusaha mengecualikan warga negaranya sendiri saat mahkamah tersebut dibentuk pada tahun 1998.
Sejauh ini, 13 hakim dan jaksa telah dijatuhi sanksi secara individu. Kini, mahkamah tersebut secara keseluruhan yang menjadi sasaran.
Menurut Roth, hal ini akan sangat menyulitkan operasional sehari-hari lembaga tersebut.
Ia mengatakan tanggapan terpenting adalah aturan penangkal (blocking statute) Uni Eropa, yang menginstruksikan bank-bank Eropa untuk tidak mematuhi sanksi AS tersebut.
Ia menyebutkan aturan ini belum diberlakukan karena bank-bank Belanda khawatir akan adanya tindakan balasan dari Trump.
(sya)