Air adalah satu-satunya senjata pertahanan udara pada kapal selam kelas Vanguard. Foto/Jane Barlow/PA Wire
LONDON - Pelaut Inggris sedang berlatih menangkal potensi serangan drone terhadap kapal selam kelas Vanguard senilai 4 miliar poundsterling (USD5,3 miliar) dengan menggunakan selang pemadam kebakaran sebagai satu-satunya "senjata pertahanan udara" yang tersedia di kapal selam. Kabar itu dilaporkan The Sun.
Selang-selang tersebut—yang dikenal sebagai center-fed reels (gulungan selang dengan pasokan air dari tengah)—ditempatkan di geladak kapal selam sebagai langkah pencegahan saat kapal bersandar di pangkalan angkatan laut Inggris, Clyde, di Skotlandia, yang merupakan lokasi militer paling sensitif di negara itu.
Laporan tabloid tersebut pada hari Kamis, yang mengutip sumber anonim, menyebutkan peralatan ini dilengkapi dengan nosel bergagang pistol yang memungkinkan pelaut menyemprotkan air ke arah drone yang mendekat.
"Anda harus memanfaatkan apa yang ada," ujar salah satu sumber yang dikutip tabloid tersebut.
Empat kapal selam rudal balistik kelas Vanguard milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris (Royal Navy) merupakan satu-satunya armada Inggris yang dilengkapi kemampuan untuk membawa dan meluncurkan rudal nuklir Trident II, yang menjadi satu-satunya senjata nuklir operasional milik Inggris.
Menurut The Sun, pihak Angkatan Laut menegaskan bahwa kapal-kapal selam tersebut dilindungi oleh sistem pertahanan berlapis, termasuk "penghalang fisik, patroli, pengawasan, pemantauan, dan kemampuan kontra-drone."
Laporan ini muncul di tengah situasi di mana Angkatan Laut Kerajaan Inggris sedang menghadapi apa yang disebut oleh seorang mantan komandan senior sebagai krisis terburuk dalam 350 tahun terakhir.
Seluruh armada kapal selam serang bertenaga nuklir kelas Astute milik Inggris dinyatakan tidak layak untuk tugas tempur, demikian disampaikan oleh pensiunan Kepala Staf Angkatan Laut, Lord Alan West, kepada The Sun awal tahun ini.
Lima kapal di antaranya mengalami kendala terkait pemeliharaan dan ketersediaan operasional, sementara kapal keenam—menurut Angkatan Laut Kerajaan Inggris—masih menjalani uji coba laut sebelum kembali beroperasi.
West menyebut jumlah kapal yang dimiliki Angkatan Laut saat ini "sangat memprihatinkan." Armada tersebut hanya memiliki lima fregat operasional dan tidak memiliki kapal serbu amfibi.
Sementara itu, pemerintahan mantan Perdana Menteri Keir Starmer telah mempensiunkan empat fregat, dua kapal serbu, dua kapal tanker, dan satu kapal selam bertenaga nuklir selama masa jabatannya, sebagaimana dilaporkan The Sun pada bulan Juli.
Tahun ini, Inggris telah menjanjikan tambahan dana militer sebesar 15 miliar poundsterling, dengan alasan adanya dugaan ancaman dari Rusia.
London juga telah menyita—serta membantu penyitaan—kapal-kapal yang dituduh sebagai bagian dari apa yang disebut sebagai "armada bayangan" Rusia, tindakan yang dikecam Moskow sebagai "pembajakan."
Presiden Rusia Vladimir Putin menepis anggapan bahwa Moskow berniat menyerang NATO dan justru menuduh para pemimpin Eropa Barat memperuncing ketegangan dengan Moskow.
Ia menyoroti pernyataan mereka mengenai persiapan menghadapi kemungkinan perang dengan Rusia pada tahun 2029 atau 2030, latihan militer yang berulang kali digelar di Laut Baltik, serta upaya penahanan kapal-kapal Rusia. "Semua ini merupakan eskalasi," ujarnya pekan lalu.
(sya)