Kisah Sahabat Nabi: Umur Setahun Lebih Panjang, Mengapa Bisa Masuk Surga Lebih Dahulu?

img-redaksi Widaningsih
Jum'at, 09 Oktober 2026 - 18:20 WIB
Kisah Sahabat Nabi: Umur Setahun Lebih Panjang, Mengapa Bisa Masuk Surga Lebih Dahulu?
Kisah sahabat nabi tentang tambahan umur memberikan kesempatan untuk melakukan berbagai amal ibadah yang mungkin tidak sempat dilakukan oleh orang yang meninggal lebih dahulu. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Umur merupakan salah satu nikmat terbesar yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada manusia. Setiap waktu yang masih dimiliki menjadi kesempatan untuk memperbanyak amal saleh, bertobat, dan meningkatkan ketakwaan.

Bahkan, tambahan umur selama setahun dapat menjadi kesempatan berharga yang mengubah kedudukan seseorang di akhirat.

Pelajaran ini tergambar dalam kisah dua sahabat Nabi Muhammadyang masuk Islam pada waktu bersamaan. Salah seorang di antara mereka lebih giat beribadah dan gugur sebagai syahid di medan perang. Namun, sahabat yang hidup setahun lebih lama justru diperlihatkan masuk surga terlebih dahulu dalam sebuah mimpi yang dialami Thalhah bin Ubaidillah.

Kisah tersebut diriwayatkan dalam hadis yang dicatat oleh sejumlah ahli hadis, di antaranya Imam Ahmad, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban. Di dalamnya terdapat pelajaran penting tentang keutamaan umur, kesempatan beribadah, dan besarnya nilai amal yang dilakukan selama hidup di dunia.

Kisah Dua Sahabat Nabi dari Bani Bulai

Dikisahkan dari Thalhah bin Ubaidillah Radhiyallahu anhu, ada dua orang dari Bani Bulai yang datang menemui Rasulullah. Keduanya kemudian masuk Islam secara bersamaan.

Dalam riwayat tersebut, salah seorang di antara mereka dikenal lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah dibandingkan sahabatnya. Ia kemudian ikut berperang di jalan Allah hingga gugur sebagai syahid.

Sementara itu, sahabatnya masih hidup selama satu tahun setelah kematiannya sebelum akhirnya menyusul wafat.

Thalhah bin Ubaidillah merupakan salah seorang sahabat Nabi yang termasuk golongan as-sabiqun al-awwalun, yakni orang-orang yang lebih dahulu memeluk Islam. Ia juga dikenal sebagai salah satu dari sepuluh sahabat yang diberi kabar gembira akan masuk surga.

Dalam hadis yang diriwayatkan dari Thalhah, ia menceritakan sebuah mimpi yang kemudian menjadi perhatian para sahabat Rasulullah.

Thalhah berkata bahwa dirinya bermimpi sedang berada di depan pintu surga. Di tempat itu, ia bertemu dengan kedua sahabat dari Bani Bulai yang sebelumnya telah wafat.

Tidak lama kemudian, seorang malaikat keluar dari dalam surga dan memberikan izin kepada sahabat yang meninggal belakangan untuk masuk terlebih dahulu.

Setelah itu, malaikat tersebut kembali keluar dan memberikan izin kepada sahabat yang gugur sebagai syahid untuk memasuki surga.

Terakhir, malaikat itu mendatangi Thalhah dan berkata agar ia kembali karena waktunya untuk masuk surga belum tiba.

Keesokan harinya, Thalhah menceritakan mimpi tersebut kepada para sahabat. Mereka merasa heran karena sahabat yang lebih tekun beribadah dan gugur sebagai syahid justru masuk surga setelah orang yang hidup lebih lama.

Berita tentang mimpi tersebut akhirnya sampai kepada Rasulullah.

Keutamaan Umur

Rasulullah kemudian bertanya kepada para sahabat mengenai bagian mimpi yang membuat mereka heran.

Mereka menjelaskan bahwa sahabat yang gugur sebagai syahid lebih giat beribadah dan telah berperang di jalan Allah. Namun, sahabat yang meninggal setahun kemudian justru mendapatkan kesempatan masuk surga lebih dahulu.

Rasulullah lalu menjelaskan alasan di balik kejadian tersebut.

Beliau bersabda:

فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَلَيْسَ قَدْ مَكَثَ هَذَا بَعْدَهُ سَنَةً؟ قَالُوا: بَلَى. قَالَ: وَأَدْرَكَ رَمَضَانَ فَصَامَ، وَصَلَّى كَذَا وَكَذَا مِنْ سَجْدَةٍ فِي السَّنَةِ؟ قَالُوا: بَلَى. قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: فَمَا بَيْنَهُمَا أَبْعَدُ مِمَّا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ


Artinya, Rasulullah bertanya, "Bukankah orang ini hidup setahun lebih lama setelah kematian sahabatnya?"

Para sahabat menjawab, "Benar."

Beliau kembali bertanya, "Bukankah ia menjumpai bulan Ramadan, kemudian berpuasa Ramadan dan melakukan salat dengan sekian banyak sujud dalam setahun?"

Mereka menjawab, "Benar."

Rasulullah kemudian bersabda bahwa jarak kedudukan keduanya sangat jauh, bahkan lebih jauh daripada jarak antara langit dan bumi.

Hadis ini diriwayatkan antara lain oleh Imam Ahmad, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban.

Penjelasan Rasulullah tersebut menunjukkan bahwa tambahan umur memberikan kesempatan untuk melakukan berbagai amal ibadah yang mungkin tidak sempat dilakukan oleh orang yang meninggal lebih dahulu.

Sahabat yang hidup setahun lebih lama berkesempatan menjalani Ramadan, berpuasa, dan menunaikan salat. Amal-amal itulah yang menjadi bagian penting dalam kisah tersebut.

(wid)
See original source
link link link link
Berita Terkait