Bom Rusia Hantam 2 Bus Ukraina, 30 Orang Tewas, Potongan Tubuh Berserakan

img-redaksi Muhaimin
Jum'at, 09 Oktober 2026 - 10:45 WIB
Bom Rusia Hantam 2 Bus Ukraina, 30 Orang Tewas, Potongan Tubuh Berserakan
Salah satu bus yang dihantam bom Rusia di Kramatorsk, Ukraina, pada hari Kamis (8/10/2026). Foto/Kantor Kejaksaan Agung Ukraina
A
A
A
KYIV - Setidaknya 30 orang tewas ketika bom Rusia menghantam dua bus di kota garis depan Ukraina, Kramatorsk, pada hari Kamis. Ini terjadi di tengah serangan Moskow yang kian intensif dan mematikan.

Sebanyak 18 orang lainnya terluka ketika bom menghantam sebuah jalan di kota tersebut pada pukul 10.00 pagi waktu setempat, demikian pernyataan Kepolisian Nasional Ukraina.

Gubernur wilayah Kramatorsk, Vadym Filashkin, menuduh Rusia sengaja menargetkan warga sipil. Dia membagikan gambar bangkai bus yang hangus serta jenazah dan potongan tubuh yang berserakan di jalan di sampingnya.

Filashkin menyatakan akan menghentikan layanan transportasi umum di kota tersebut dan kota tetangga, Sloviansk, mengingat memburuknya situasi keamanan secara drastis.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan melalui saluran media sosialnya bahwa Rusia menghantam halte transportasi umum biasa di Kramatorsk menggunakan bom udara. Dalam unggahan berikutnya, dia mengatakan bahwa para dokter sedang berjuang menyelamatkan nyawa korban luka dan "beberapa korban tewas belum dapat diidentifikasi karena parahnya luka yang mereka derita."

Kramatorsk terletak dekat dengan garis depan pertempuran aktif dan merupakan bagian dari wilayah industri Donbas di Ukraina, yang menjadi pusat rencana perang Presiden Rusia Vladimir Putin.

Jumlah korban sipil melonjak seiring dengan intensifikasi serangan Rusia di seluruh Ukraina, yang kini mengalami kekurangan amunisi pertahanan udara.

Melalui unggahan di media sosial, Zelensky menyatakan pentingnya negara tersebut menerima paket baru untuk pertahanan Ukraina yang telah dijanjikan oleh para sekutunya. "Pasokan kemampuan anti-balistik, amunisi untuk pesawat tempur kami, serta investasi pada rudal pencegat—semua ini secara langsung membantu menyelamatkan nyawa setiap harinya," imbuhnya, seperti dikutip NBC News, Jumat (9/10/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya serangan pada siang hari yang dialami Ukraina dalam beberapa pekan terakhir, sehingga menciptakan ancaman yang terus-menerus bagi warga sipil sepanjang waktu.

Serangan pada hari Kamis itu terjadi sehari setelah serangan rudal yang menghantam sebuah bangunan tempat tinggal di wilayah utara negara tersebut, menewaskan 28 orang, termasuk lima anak-anak.

Zelensky mengunjungi lokasi serangan tersebut pada hari Kamis dan menulis dalam unggahan Telegram: "Lebih dari seratus bangunan tempat tinggal rusak, begitu pula institusi pendidikan, taman kanak-kanak, toko, tempat usaha, dan infrastruktur yang menunjang kehidupan normal di kota tersebut."

Moskow berulang kali membantah bahwa mereka sengaja menargetkan warga sipil di Ukraina.

Di tempat lain, Reuters melaporkan pernyataan Zelensky bahwa tim negosiator Ukraina akan mengunjungi Amerika Serikat untuk melakukan pembicaraan pada hari Jumat dan Sabtu.

Seraya mendesak Presiden AS Donald Trump untuk meningkatkan tekanan terhadap Rusia, dia berkata: "Di satu sisi, kita tidak bisa bernegosiasi dengan pihak Rusia mengenai proyek-proyek ekonomi masa depan, sementara di sisi lain mengatakan bahwa kita sedang berada dalam semacam... kebuntuan diplomatik."
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Bos NATO Panggil Trump Daddy, Bela Omelan Kasarnya pada Iran dan Israel
International
Kamis, 26 Juni 2025 - 10:21 WIB
Satu-satunya Musuh NATO Adalah Rusia, Macron: Siap Hadapi Agresi Putin
International
Rabu, 25 Juni 2025 - 21:19 WIB