Jiaying Chen, wanita AS yang dihukum penjara karena menikahi 14 pria untuk dikuras uang mereka guna membiayai kecanduan judinya. Foto/Bizuayehu Tesfaye/Las Vegas Review-Journal
LAS VEGAS - Seorang wanita berusia 33 tahun di Las Vegas,
Amerika Serikat (AS), telah menikahi 14 pria yang dikenalnya melalui internet untuk menguras uang mereka demi membiayai kecanduan judinya. Aksi penipuan yang berlangsung selama bertahun-tahun itu berujung pada hukuman penjara dan kewajiban membayar ganti rugi kepada para korban.
Wanita bernama Jiaying Chen tersebut memanfaatkan aturan pernikahan di Las Vegas yang relatif longgar untuk menikahi pria-pria yang ditemuinya secara daring. Setelah menikah, dia meminta uang dengan berbagai alasan, termasuk mengaku membutuhkan bantuan untuk anggota keluarganya yang sakit di China. Namun, setelah menerima uang, Chen memutus seluruh komunikasi dengan para pria tersebut.
Dikutip dari
The Independent dan
Las Vegas Review-Journal, Chen mengaku bersalah atas satu dakwaan bigami, yakni menikah ketika masih terikat perkawinan yang sah dengan orang lain, serta satu dakwaan memperoleh uang lebih dari USD100.000 (sekitar Rp1,79 miliar) melalui pernyataan palsu.
Hakim Crystal Eller pada Selasa (6/10/2026) memerintahkan Chen menjalani hukuman hampir satu tahun di Pusat Penahanan Clark County, dengan memperhitungkan masa tahanan yang telah dijalaninya. Dia juga diwajibkan membayar restitusi atau ganti rugi lebih dari USD280.000 (sekitar Rp5,02 miliar) kepada para korban.
Hakim Eller mengatakan hukuman tersebut diharapkan dapat membantu menangani kecanduan judi Chen sekaligus mencegahnya kembali melakukan penipuan.
"Meski demikian, saya juga berpikir bahwa akan tepat baginya untuk menyelesaikan hukuman satu tahunnya di Pusat Penahanan Clark County agar dia memahami seperti apa rasanya menghadapi ancaman hukuman penjara delapan hingga 20 tahun," kata Eller.
Dia menegaskan, Chen perlu memahami dampak perbuatannya terhadap keluarga dan orang-orang yang menjadi korban.
"Saya perlu memastikan bahwa dia memahami sejauh mana dampak perbuatannya dan apa yang menantinya jika dia mengulanginya," ujar Eller.
Menikahi Korban, Lalu Meminta Puluhan Ribu Dolar
Menurut laporan polisi yang dikutip
Las Vegas Review-Journal, Chen berkenalan dengan para pria melalui media sosial atau platform daring, kemudian dengan cepat mengusulkan pernikahan.
Setelah menikah, dia meminta uang dengan alasan membutuhkan bantuan untuk anggota keluarganya yang sakit di China. Namun, setelah uang diterima, Chen menghentikan seluruh komunikasi dengan para korban.
"Begitu Chen menerima uang, dia akan memutus semua komunikasi dengan mereka," kata polisi dalam laporan kasus tersebut.
Sejumlah korban mengajukan pembatalan pernikahan ke pengadilan setelah kehilangan kontak dengan Chen. Namun, beberapa pria lainnya mengaku masih terikat perkawinan dengannya.
Salah satu korban mengatakan Chen meminta USD23.000 (sekitar Rp412,3 juta) segera setelah mereka menikah, dengan alasan untuk membantu kerabatnya yang sakit. Dua pekan setelah menerima uang tersebut, Chen mengatakan bahwa dia tidak ingin lagi menikah dengannya.
Korban lainnya mengaku Chen mengusulkan agar mereka menabung untuk membeli rumah. Pria itu kemudian menyerahkan sekitar USD30.000 (sekitar Rp537,8 juta). Setelah menerima uang tersebut, Chen berhenti berkomunikasi dan tidak dapat ditemukan.
Berdasarkan laporan
Las Vegas Review-Journal, Chen memperoleh tujuh surat nikah dari Biro Perizinan Pernikahan Clark County selama periode Maret 2019 hingga Mei 2024.
Dia pertama kali ditangkap pada 2024 atas sejumlah dakwaan terkait bigami dan pencurian. Namun, setelah dibebaskan, Chen dilaporkan menghilang. Dia kemudian menggunakan nama samaran Vicky Liang untuk memperoleh tujuh surat nikah tambahan dari Clark County.
Dengan demikian, Chen diduga menggunakan total 14 surat nikah dalam rangkaian aksinya.
Menurut laporan
The Independent, Chen kembali ditangkap di Las Vegas pada September 2026. Sementara itu, laporan lain menyebut penangkapan keduanya terjadi pada bulan sebelumnya.
Penyelidik juga menemukan bahwa Chen kehilangan lebih dari USD300.000 (sekitar Rp5,38 miliar) di kasino Wynn, yang terletak di kawasan Las Vegas Strip, dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
Polisi menduga uang yang diperoleh Chen dari para pria tersebut digunakan untuk berjudi, bukan untuk membantu kerabatnya di luar negeri seperti yang diklaimnya.
Pada 2024, Chen mengakui kepada polisi bahwa dia sengaja melakukan pernikahan palsu di Las Vegas karena proses menikah di kota tersebut sangat mudah.
Austin Beaumont, wakil kepala jaksa wilayah Clark County, mengatakan kesepakatan pengakuan bersalah Chen memungkinkan para korban menyerahkan laporan kerugian kepada pengadilan untuk mendukung proses penggantian uang.
"Hal ini akan memungkinkan para korban kejahatan tersebut menyampaikan laporan restitusi kepada pengadilan dan, idealnya, mendapatkan penggantian atas uang yang telah diambil terdakwa," kata Beaumont.
Pengacara Chen, Thomas Wells, mengonfirmasi kepada
The Independent bahwa kliennya telah mengaku bersalah atas dakwaan tersebut. Dia menolak memberikan komentar lebih lanjut mengenai kasus itu.
(mas)