Penumpang antre menaiki bus di Teheran, Iran. Foto/tehrantimes.com
TEHERAN - Wali Kota Teheran, Alireza Zakani, mempertanyakan efektivitas blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Dia menyatakan "pengiriman pertama bus metro sepanjang 26 meter [85 kaki], beserta kontainer pengisian daya dan sejumlah bus listrik sepanjang 18 meter [60 kaki]" telah tiba di Iran.
Wali kota tersebut mengatakan, "Kendaraan-kendaraan baru itu akan segera bergabung dengan armada transportasi Teheran."
Sementara itu, Mohammad Eslami, kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), mengatakan terlepas dari adanya "sanksi, ancaman, dan serangan" terhadap industri nuklir negara tersebut, badan itu telah mencapai kemajuan di bidang kesehatan, pertanian, dan radiofarmaka, demikian dilaporkan Nour News Iran.
Menanggapi tuduhan bahwa Iran berniat memproduksi senjata nuklir, Eslami berkata, "Selain tekanan-tekanan tersebut, kebohongan dan tuduhan juga dilontarkan terhadap negara ini—hal-hal yang mereka sendiri tahu tidak benar—namun di tengah kondisi ini, rekan-rekan kami tetap mampu menjalankan misi mereka secara kompeten dan menjaga langkah negara ini di garis depan ilmu pengetahuan."
Iran bersikeras mereka tidak memiliki rencana menciptakan senjata nuklir dan uranium yang mereka miliki serta perkaya ditujukan untuk tujuan sipil, termasuk pembangkit listrik serta penggunaan dalam perawatan medis dan penelitian ilmiah.
Beralih ke sejumlah pencapaian AEOI, Eslami mengatakan, "Kami telah melakukan upaya besar untuk menerapkan teknologi radiasi pada produk pertanian dan pangan.
"Produk dan benih yang telah melalui proses ini serta menjalani pengolahan plasma atau radiasi mengalami peningkatan hasil panen setidaknya 30 persen, dan dalam beberapa kasus bahkan hingga 100 persen," ujar dia.
Ia menyampaikan komentar tersebut saat peresmian pusat akademik pertama di Iran untuk diagnosis dan pengobatan kanker pada anak.
(sya)