Pakar Anggap Houthi Cerdik saat Peringatkan Maskapai Penerbangan di Wilayah Udara Arab Saudi

img-redaksi Syarifudin
Kamis, 08 Oktober 2026 - 17:17 WIB
Pakar Anggap Houthi Cerdik saat Peringatkan Maskapai Penerbangan di Wilayah Udara Arab Saudi
Pejuang Houthi di Yaman. Foto/anadolu
A
A
A
RIYADH - Pernyataan kelompok Houthi yang menyebut wilayah udara Saudi tidak aman merupakan "langkah cerdik." Pendapat itu disampaikan analis keamanan dan pertahanan Wolfgang Pusztai kepada Al Jazeera.

Pusztai mengatakan kelompok tersebut mulai kekurangan rudal jarak jauh, namun masih memiliki banyak rudal dan pesawat nirawak (drone) untuk menyasar target di dekat perbatasan Yaman.

"Mereka menggunakan rudal jarak jauh dengan efisiensi maksimal, dengan cara menyerang target sipil seperti bandara di dekat Riyadh," ujarnya.

"Anda tidak perlu memiliki banyak rudal untuk mengganggu lalu lintas udara, karena maskapai penerbangan sipil tentu tidak akan terbang menuju bandara yang berada dalam ancaman," katanya.

Pusztai menyebut Arab Saudi kemungkinan akan menempatkan kembali sistem pertahanan rudalnya—yang didukung oleh aset Amerika Serikat dan Eropa—namun ancaman dari pesawat nirawak tetap ada.

Ia mengatakan klaim Houthi mengenai penembakan jatuh pesawat nirawak Bayraktar buatan Turki tidaklah signifikan secara taktis, namun dapat menghambat operasi pengintaian Saudi di atas Yaman jika kehilangan aset semacam itu terus berlanjut.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri India mengecam serangan Houthi yang menyasar bandara-bandara di Arab Saudi, yang telah menewaskan tiga orang.

New Delhi menegaskan "penargetan infrastruktur sipil sama sekali tidak dapat diterima," seraya menambahkan, "Kami menyatakan solidaritas dan mendukung rakyat serta pemerintah Kerajaan Arab Saudi."

Selain itu, Kementerian Luar Negeri Mesir mengecam serangan terhadap Arab Saudi yang menyasar bandara Abha dan King Khalid, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka di kalangan warga sipil.

Kairo menyatakan serangan-serangan tersebut mengancam keamanan dan stabilitas kerajaan serta merupakan tindakan yang "mengganggu stabilitas keamanan dan stabilitas kawasan secara keseluruhan."

Mesir menyatakan solidaritas terhadap Riyadh dan menyerukan penghentian serangan, penghormatan terhadap hukum internasional, serta pelestarian kedaulatan negara dan integritas wilayah.

Kementerian tersebut menambahkan pihaknya sedang memantau kondisi warga negara Mesir yang terluka dan berkoordinasi dengan otoritas Saudi melalui kedutaan besarnya di Riyadh.

(sya)
See original source
link link link link
Berita Terkait