Konflik Memanas, Israel Sebut Konsulat Inggris di Yerusalem Timur Mengakhiri Kegiatannya Hari Ini

img-redaksi Syarifudin
Kamis, 08 Oktober 2026 - 16:29 WIB
Konflik Memanas, Israel Sebut Konsulat Inggris di Yerusalem Timur Mengakhiri Kegiatannya Hari Ini
Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar. Foto/anadolu
A
A
A
LONDON - Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, mengatakan konsulat Inggris di Yerusalem Timur "mengakhiri kegiatannya hari ini". Dia menambahkan konsulat tersebut akan "terus beroperasi dengan kapasitas terbatas, dan papan nama di gedung konsulat telah dicopot sebagaimana mestinya."

Langkah ini diambil 30 hari setelah Saar menuntut penutupan konsulat tersebut dalam waktu satu bulan sebagai tanggapan atas penerapan sanksi oleh Inggris terhadap permukiman ilegal Israel dan pelarangan barang impor yang diproduksi di sana.

Menteri Luar Negeri Israel telah mengeluarkan pernyataan yang mengumumkan "penghentian kegiatan" di konsulat Inggris di Yerusalem Timur yang diduduki.

Berikut adalah beberapa poin utama dari pernyataan Saar: Konsul Jenderal Inggris dan 20 diplomat akan mengakhiri tugas mereka dan meninggalkan Israel.

Israel telah mengizinkan Inggris untuk mengoperasikan satuan tugas yang terdiri dari tujuh diplomat di gedung tersebut, yang "tidak lagi digunakan sebagai konsulat mulai hari ini, dengan cakupan kegiatan yang sangat terbatas."

Israel telah sepakat untuk "melanjutkan dialog" antar-pemerintah, di mana kedua belah pihak dapat mengangkat isu-isu penting.

Saar menyebut keputusan Inggris untuk menerapkan sanksi terhadap permukiman Israel—yang ilegal menurut hukum internasional—sebagai "retorika bermusuhan yang mencakup tuduhan palsu terhadap Israel", seperti tuduhan "pembersihan etnis".

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris, Ed Miliband, mengatakan gedung konsulat Inggris di Yerusalem Timur tidak akan ditutup, melainkan akan dikenal sebagai misi Inggris mulai hari ini.

Ia menegaskan kembali "pandangan lama" pemerintah Inggris bahwa Yerusalem Timur adalah wilayah pendudukan.

Dalam pernyataan, ia mengatakan misi Inggris tersebut "independen, beroperasi, dan akan terus memberikan layanan penting serta bekerja sama dengan rakyat Palestina."

Miliband menambahkan Inggris telah menarik sementara beberapa staf dan keluarga mereka dari kota tersebut demi "menjamin keselamatan dan keamanan mereka".

(sya)
See original source
link link link link
Berita Terkait