Hadirkan Kelas Olahraga untuk Lansia, WM Center Buka Cabang ke-12 di Sunter. Foto: SINDOnews
JAKARTA - Layanan fisioterapi semakin berkembang, tidak hanya berorientasi pada pemulihan cedera, tetapi juga mendorong masyarakat untuk tetap aktif dan meningkatkan kemampuan fisik. Pendekatan tersebut turut dikembangkan WM Center melalui pembukaan cabang ke-12 di Sunter, Jakarta Utara, yang menghadirkan fasilitas
recovery sports injury sekaligus program latihan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia).
Salah satu inovasi yang diperkenalkan di WM Center Sunter adalah WM Class, yakni kelas latihan yang dilakukan secara berkelompok dengan pendampingan fisioterapis. Program ini salah satunya ditujukan bagi lansia dan dirancang untuk membantu pemulihan sekaligus menjaga kemampuan gerak.
"Layanan khusus yang tadi kita launching adalah WM Class, di mana perform rata-rata untuk lansia. Karena berkelompok, nanti akan secara berkelompok. Jadi, tiga pasien lansia, satu fisioterapi," kata Windy Mayang pemilik WM Center.
Menurut Windy, konsep latihan berkelompok juga diharapkan membuat lansia lebih bersemangat menjalani aktivitas fisik. Keberadaan komunitas menjadi salah satu alasan WM Class dikembangkan, sehingga peserta tidak hanya mendapatkan latihan, tetapi juga memiliki lingkungan sosial yang dapat mengurangi kejenuhan selama menjalani program pemulihan.
"Mereka memiliki komunitas di mana mungkin tidak akan mengalami kejenuhan," ujarnya.
Windy menjelaskan, WM Class tidak hanya diperuntukkan bagi lansia, tetapi juga dapat menyasar pasien dengan masalah muskuloskeletal, seperti nyeri punggung bawah atau
low back pain. Program latihan diarahkan untuk memperkuat otot inti dan meningkatkan kemampuan fisik secara bertahap. Pendekatan ini sejalan dengan konsep fisioterapi yang tidak berhenti pada pemulihan, tetapi juga mendorong pasien kembali aktif dan meningkatkan performa.
Untuk kelompok lansia, salah satu kondisi yang paling banyak ditangani adalah osteoarthritis (OA) atau pengapuran sendi, terutama pada lutut. Windy mengatakan kondisi tersebut membutuhkan latihan yang terukur, antara lain melalui stretching dan strengthening.
"Kalau lansia, berarti harus di-
strengthening dulu.
Strengthening-nya secara berkala, kemudian stretching dibanyakin, karena pasti hamstring-nya juga tight," katanya.
Penanganan lansia, lanjut Windy, juga membutuhkan pendekatan yang berbeda karena tidak hanya menyangkut kondisi fisik. Faktor psikologis dan komunikasi menjadi bagian penting dalam proses terapi. "Kalau misalkan lansia, memang kan WM ini terkenal dengan kata bongkar yang orang jerit-jerit. Dengan pasien-pasien lansia ini, yang pertama kita harus mengedepankan psikis dari lansia tersebut. Kemudian yang ketiga, pasien lansia itu membutuhkan komunikasi yang lebih signifikan," tuturnya.
Di sisi olahraga, WM Center Sunter juga dilengkapi area gym yang dirancang untuk mendukung proses pemulihan pascaoperasi maupun cedera olahraga, termasuk cedera
anterior cruciate ligament (ACL) dan meniskus. Fasilitas tersebut disiapkan untuk menunjang kebutuhan latihan yang lebih spesifik, termasuk bagi atlet yang menjalani proses
recovery sebelum kembali beraktivitas atau bertanding.
Windy mengatakan lokasi Sunter dipilih karena kawasan tersebut memiliki banyak fasilitas olahraga, termasuk lapangan dan lapangan padel. Selain itu, Jakarta Utara sebelumnya belum memiliki cabang WM Center. Kehadiran cabang baru ini diharapkan dapat menjangkau masyarakat sekaligus komunitas olahraga di kawasan tersebut.
Sejumlah atlet dari berbagai cabang olahraga sebelumnya juga telah memanfaatkan layanan WM Center, mulai dari sepak bola, voli, bulu tangkis, basket hingga atlet lari. Windy berharap fasilitas di Sunter dapat semakin memperkuat dukungan terhadap kebutuhan recovery dan peningkatan performa atlet.
"Kebetulan sekarang banyak atlet lari karena ada pro elite, si maraton tersebut. Saya berharap Robi Syianturi yang datang ke sini. Karena dia sudah maraton 42 kilometer, sekitar
pace-nya 3, itu butuh recovery," ujar Windy.
Dengan konsep tersebut, WM Center Sunter tidak hanya menawarkan fisioterapi sebagai layanan pemulihan ketika seseorang mengalami cedera. Kehadiran WM Class dan fasilitas latihan membuat aktivitas fisik menjadi bagian dari proses
recovery sekaligus upaya menjaga tubuh tetap aktif. Bagi lansia, olahraga dilakukan dengan pendampingan dan intensitas yang disesuaikan, sedangkan bagi atlet, latihan diarahkan untuk membantu mereka kembali mencapai performa terbaik.
(sto)