Eks Senior CIA Akui Bersalah Curi 303 Emas Batangan AS, Nilainya Rp824 Miliar

img-redaksi Muhaimin
Kamis, 08 Oktober 2026 - 09:06 WIB
Eks Senior CIA Akui Bersalah Curi 303 Emas Batangan AS, Nilainya Rp824 Miliar
David J. Rush, mantan pejabat senior CIA, yang mengaku bersalah mencuri 303 emas batangan milik pemerintah AS dengan kedok pendanaan operasi rahasia palsu. Foto/NBC 7 San Diego
A
A
A
WASHINGTON - Seorang mantan pejabat senior Badan Intelijen Pusat (CIA) mengaku bersalah di pengadilan Virginia atas tuduhan menyalahgunakan jabatannya untuk mencuri 303 emas batangan milik pemerintah Amerika Serikat (AS). Dia juga mengaku bersalah telah menggunakan dana pemerintah untuk memperkaya diri dengan membeli properti di Florida.

Menurut dokumen pengadilan, 303 emas emas batangan tersebut nilainya lebih dari USD40 juta atau lebih dari Rp824 miliar (kurs Rp17.914/USD).

Mantan pejabat senior CIA bernama David J. Rush itu dituduh membawa pulang ratusan emas batangan dari pekerjaannya di CIA serta memalsukan sejumlah bagian penting dari riwayat pendidikan dan militernya.

Menurut dokumen pengadilan, Rush membuat program pemerintah "sangat rahasia" yang sebenarnya tidak pernah ada untuk membenarkan pembelian properti mewah di Florida Selatan yang rencananya akan dia jual kembali demi keuntungan pribadi. Secara terpisah, Rush juga menciptakan aktivitas pemerintah "sensitif" palsu untuk memperoleh emas-emas batangan tersebut.

Tindakan penipuan Rush menyebabkan pemerintah federal mengalami kerugian sekitar USD194 juta, menurut Departemen Kehakiman AS yang dikutip AP, Kamis (8/10/2026).

Kerugian tersebut termasuk lebih dari USD1,8 juta untuk penerbangan carter pribadi yang diotorisasi Rush dan digunakan untuk kepentingan pribadi dengan biaya ditanggung pemerintah.

Menurut dokumen pengadilan, dalam pemeriksaan oleh penyidik, Rush mengakui bahwa dia memberikan informasi kepada seorang pejabat pemerintah asing mengenai identitas seorang sumber rahasia pemerintah AS. Dokumen tersebut tidak menyebutkan negara yang diwakili pejabat asing itu.

Jaksa juga menuduh Rush berbohong kepada rekan kerja dan kontraktor pemerintah mengenai latar belakang militer dan akademiknya serta program palsu yang dia ciptakan. Dia secara keliru mengeklaim bahwa program tersebut telah mendapat izin dari pejabat tinggi pemerintah AS.

"Rush menggunakan kewenangan pemerintah yang sah serta kredensial pribadi yang direkayasa untuk menciptakan kepercayaan terhadap instruksi-instruksinya," demikian isi dokumen pengadilan.

Rush (49), warga Ashburn, Virginia, mengaku bersalah atas satu dakwaan penipuan melalui komunikasi elektronik (wire fraud). Dakwaan tersebut memiliki ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Hakim Pengadilan Distrik Michael Nachmanoff dijadwalkan menjatuhkan hukuman kepada Rush pada 28 Januari 2027 di Alexandria, Virginia.

Menurut dokumen yang diajukan pada Selasa, beberapa bulan sebelumnya Rush berusaha secara curang mengotorisasi pencairan USD100 juta dari sebuah kontrak pemerintah.

Dia mengarahkan orang lain untuk mentransfer sekitar USD145 juta ke sebuah perusahaan penampungan yang didirikan atas arahannya. Dana tersebut kemudian digunakan untuk membeli empat properti "mewah" di Palm Beach dan Hobe Sound, Florida.

Dalam dokumen pengadilan sebelumnya, jaksa mengatakan Rush menyimpan sekitar USD46 juta dalam bentuk emas batangan milik pemerintah federal di rumahnya di Virginia.

Dia juga dituduh secara curang mengeklaim kompensasi puluhan ribu dolar untuk cuti militer setelah diberhentikan secara terhormat dari Angkatan Laut AS pada 2015.

"Pegawai federal dipercaya untuk melayani rakyat Amerika, bukan diri mereka sendiri," kata Jaksa Agung Todd Blanche dalam sebuah pernyataan.

Direktur CIA John Ratcliffe mengatakan badan tersebut segera menyerahkan kasus itu kepada Biro Investigasi Federal (FBI) setelah penyelidikan internal menemukan bukti kejahatan yang dilakukan Rush.

"David Rush menyalahgunakan jabatannya dan mengkhianati kepercayaan publik. Dia harus dimintai pertanggungjawaban sepenuhnya atas tindakannya," kata Ratcliffe dalam sebuah pernyataan.

Rush ditangkap setelah penyidik menggeledah rumahnya dan menyita sekitar 300 emas batangan, sekitar USD2 juta uang tunai, serta sekitar 35 jam tangan mewah, menurut surat pernyataan tertulis seorang agen FBI.

Seorang hakim memerintahkan Rush ditahan tanpa jaminan setelah sidang pertamanya pada awal tahun ini.

Dalam sidang pada Juni, pengacara pembela Jessica Carmichael mengatakan Rush awalnya tidak didakwa atas kejahatan yang berkaitan dengan penemuan batangan emas tersebut. Dia menyebut persoalan emas itu "pada dasarnya bukan masalah" dan "tidak lebih dari detail sensasional."

Carmichael mengatakan kliennya memperoleh emas-emas batangan tersebut secara sah dan menyimpannya di dalam brankas di ruang bawah tanah rumahnya.

"Rush tidak pernah mengeklaim bahwa batangan-batangan [emas] itu adalah miliknya," kata Carmichael.

Carmichael menolak berkomentar mengenai pengakuan bersalah Rush setelah sidang pada Selasa.

Pihak berwenang mengatakan Rush juga berbohong mengenai pendidikan dan latar belakang militernya dalam lamaran pekerjaan. Dia secara palsu mengaku sebagai mantan pilot Angkatan Laut AS yang memperoleh gelar sarjana dari Clemson University di Carolina Selatan dan gelar magister dari Rensselaer Polytechnic Institute di New York.

Penyidik kemudian menemukan bahwa Rush tidak pernah bertugas sebagai pilot Angkatan Laut dan tidak pernah berkuliah di kedua universitas tersebut.

Rush bergabung dengan Angkatan Laut AS pada 1997 dan diberhentikan secara terhormat dari Cadangan Angkatan Laut AS dengan pangkat letnan pada 2015, menurut surat pernyataan tertulis FBI.
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait