Pemandangan di dalam gedung Knesset (parlemen) Israel di Yerusalem. Foto/AA
TEL AVIV - Kubu oposisi Israel berpotensi meraih mayoritas parlemen jika partai baru yang dipimpin Yoaz Hendel bergabung dengan blok mereka. Adapun sekutu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu diperkirakan hanya akan memenangkan 47 kursi.
Data ini menurut jajak pendapat baru yang diterbitkan pada hari Selasa (8/9/2026), sebagaimana dilaporkan Anadolu.
Survei yang dilakukan lembaga swasta Lazar Research Institute dan diterbitkan harian Israel Maariv ini memproyeksikan perolehan 57 kursi bagi partai-partai oposisi dan empat kursi bagi partai baru yang dipimpin Hendel serta ekonom Yaron Zelekha.
Jika partai Hendel-Zelekha bergabung dengan oposisi, blok tersebut akan mencapai total 61 kursi, ambang batas minimum yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan di Knesset (parlemen Israel) yang beranggotakan 120 orang.
Hendel dan Zelekha belum memberikan indikasi mengenai blok politik mana yang akan mereka dukung jika partai mereka berhasil masuk ke parlemen.
Maariv menyebutkan blok Netanyahu kehilangan dukungan setelah partai sayap kanan jauh Amcha Yisrael, yang dipimpin Ofer Winter, gagal memenangkan satu kursi pun.
Jajak pendapat tersebut memproyeksikan perolehan 25 kursi bagi partai Yashar yang dipimpin Gadi Eisenkot, menjadikannya partai terbesar di Knesset.
Partai Together pimpinan Naftali Bennett diperkirakan memenangkan 13 kursi, diikuti partai Democrats pimpinan Yair Golan dengan 10 kursi dan Yisrael Beiteinu pimpinan Avigdor Lieberman dengan sembilan kursi.
Secara keseluruhan, keempat partai oposisi tersebut akan menguasai 57 kursi.
Partai Likud pimpinan Netanyahu diperkirakan memenangkan 20 kursi, diikuti Otzma Yehudit pimpinan Itamar Ben-Gvir dengan delapan kursi, menurut jajak pendapat tersebut.
Partai-partai keagamaan United Torah Judaism dan Shas masing-masing diperkirakan meraih tujuh kursi, sementara Religious Zionism pimpinan Bezalel Smotrich akan memenangkan lima kursi.
Joint List diperkirakan meraih tujuh kursi dan United Arab List, yang dipimpin Mansour Abbas, meraih lima kursi.
Dengan demikian, empat kursi yang diproyeksikan bagi aliansi Hendel-Zelekha dapat menjadi penentu apakah kubu oposisi berhasil mencapai mayoritas untuk membentuk pemerintahan.
Jajak pendapat ini melibatkan sampel acak sebanyak 600 warga Israel dan memiliki margin kesalahan sebesar 4 poin persentase.
Hasil ini muncul menjelang pemilihan umum Israel yang dijadwalkan pada 27 Oktober. Partai-partai politik telah menyerahkan daftar kandidat mereka pada hari Senin, sebelum tenggat waktu hari Selasa.
(sya)