IHR 2026 Bawa Pacuan Kuda Indonesia ke Panggung Dunia. Foto: Sarga.co
JAKARTA - Pacuan kuda Indonesia mulai dikembangkan dengan pendekatan yang lebih modern melalui Indonesia's Horse Racing (IHR) yang digagas Sarga.co. Ajang tersebut tidak hanya diarahkan sebagai kompetisi, tetapi juga bagian dari ekosistem olahraga, hiburan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Sarga.co yang berdiri pada 2023 mengembangkan IHR sebagai intellectual property (IP) pacuan kuda profesional. Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya membangun industri pacuan kuda Indonesia agar semakin profesional dan memiliki jangkauan yang lebih luas.
Pada 2025, IHR menggelar sembilan event dengan mengusung tema 'The Race of Rising Stars'. Memasuki 2026, IHR membawa tema 'Race to the World Stage' melalui rangkaian delapan kejuaraan yang digelar bersama Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) mulai Februari hingga November 2026.
Sejumlah agenda tersebut mencakup Jateng Derby di Semarang, Triple Crown Seri 1 di Bantul, Triple Crown Seri 2 di Semarang, Piala Paku Alam di Bantul, Indonesia Derby di Pangandaran, Merdeka Cup di Sumatera Barat, Kejurnas Seri II di Sulawesi Utara, hingga Piala Hamengku Buwono X di Yogyakarta. Rangkaian kejuaraan itu digelar di sejumlah daerah dengan konsep yang menggabungkan kompetisi pacuan kuda dan potensi lokal.
Sebaran lokasi menjadi salah satu bagian dari konsep IHR untuk mempertemukan kompetisi dengan karakter, sejarah, serta tradisi daerah. Penyelenggaraan IHR juga diharapkan dapat memperkenalkan kekayaan lokal kepada penonton yang mengikuti rangkaian perlombaan.
Tema 'Race to the World Stage' turut diterapkan melalui peningkatan kualitas produksi dan distribusi siaran. Sejumlah event IHR untuk pertama kalinya diproduksi menggunakan bahasa Inggris guna menjangkau penonton serta komunitas pacuan kuda internasional.
VP Marketing & Operation Sarga.co, Kevin Jonathan, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi membawa pacuan kuda Indonesia kepada audiens global. Upaya itu dilakukan dengan menghadirkan siaran yang memiliki standar internasional dalam rangkaian IHR 2026.
"Memproduksi sebuah siaran berstandar internasional untuk menjangkau masyarakat global merupakan salah satu implementasi dari tema IHR 2026 yaitu Race to the World Stage," ujar Kevin dilansir dari keterangan resmi Sarga.co, Selasa (8/9/2026).
"Kami berharap siaran IHR berbahasa Inggris ini dapat menjadi pintu masuk perhatian dan minat audiens serta komunitas dunia terhadap pacuan kuda di Indonesia," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Komersial Sarga.co, Diana Airin, menegaskan proses modernisasi IHR tetap mempertahankan nilai-nilai tradisi yang melekat dalam olahraga pacuan kuda. Menurutnya, pengembangan IHR tidak hanya berorientasi pada hasil perlombaan, tetapi juga membangun ekosistem pacuan kuda Indonesia.
"Bagi kami, IHR bukan hanya mengenai siapa yang menjadi juara di lintasan, melainkan juga bagian dari perjalanan untuk membangun pacuan kuda Indonesia menjadi semakin profesional dan modern, sekaligus tetap menghargai tradisi dan kearifan lokal," kata Diana.
Melalui IHR, Sarga.co berupaya mempertemukan tradisi pacuan kuda Indonesia dengan pendekatan industri modern. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membawa pacuan kuda Indonesia agar semakin dikenal dan mampu bersaing di panggung dunia.
(sto)