Jake Lang, Perusuh 6 Januari yang Diampuni Trump, Merobek Al-Qur'an

img-redaksi Muhaimin
Senin, 07 September 2026 - 15:51 WIB
Jake Lang, Perusuh 6 Januari yang Diampuni Trump, Merobek Al-Quran
Jake Lang, tokoh sayap kanan AS yang terkenal anti-Islam, telah merobek salinan Al-Quran di dalam sebuah gereja di New York. Foto/Roya News
A
A
A
WASHINGTON - Jake Lang, pria yang terlibat kerusuhan di Gedung US Capitol pada 6 Januari 2021 dan telah mendapat pengampunan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, telah merobek salinan Al-Qur'an. Aksi itu terjadi di sebuah gereja di Harlem, New York, pada Sabtu pekan lalu.

Jake Lang dikenal sebagai tokoh sayap kanan yang Islamofobik. Tindakannya yang merobek salinan kitab suci itu merupakan aksi anti-Islam terbarunya, sebagaimana dikutip Roya News, Senin (7/9/2026).

Berbicara di hadapan banyak orang di ATLAH World Ministries milik Pastor James Manning di Harlem, Lang—yang menjalani hukuman penjara selama empat tahun sebelum mendapat pengampunan presiden dari Trump—menyebut kitab suci umat Islam tersebut sebagai "sebuah buku yang diterjemahkan oleh setan melalui seorang panglima perang."

Dia kemudian menuntut umat Muslim untuk keluar dari kotanya, sembari menggunakan kata-kata kasar dan hinaan rasial dalam pidatonya.

Sebagian orang di dalam gereja bersorak mendukung tindakannya. Namun, kelompok hak-hak sipil dan para pengkritik mengecam aksi tersebut sebagai tindakan kebencian dan Islamofobia.

Insiden di Harlem itu bukanlah aksi provokatif pertama Lang. Pada 18 November 2025, dalam sebuah demonstrasi anti-Islam di Dearborn, Michigan—kota yang memiliki komunitas Arab-Amerika dan Muslim yang besar—Lang mencoba membakar sebuah salinan Al-Qur'an.

Saat itu, sambil membawa wadah berisi cairan pemantik api, Lang melemparkan kitab suci tersebut ke tanah sebelum seorang demonstran yang menentangnya mengambilnya dan berkata, "Jangan dibakar, kawan. Kamu tidak boleh membakarnya."

Tidak menghiraukan tindakan tersebut, Lang kemudian mengeluarkan salinan Al-Qur'an kedua dan meletakkan sebungkus daging babi olahan di atasnya. Situasi dengan cepat berubah menjadi perkelahian fisik ketika orang-orang di sekitar berusaha merebut kitab tersebut dari tangannya.

Setelah aksi protesnya di Dearborn, Lang menghadiri rapat dewan kota untuk berhadapan dengan para pejabat setempat—beberapa di antaranya merupakan Muslim.

Dia mengatakan kepada mereka: "Kalian tidak hidup seperti kami. Kami tidak menginginkan kalian di negara kami."

Pernyataannya menggemakan teori konspirasi "great replacement", yang mengeklaim bahwa warga kulit putih Amerika secara sistematis sedang digantikan oleh para imigran. Teori itu telah dibantah banyak pihak.

Tindakan Lang segera menuai kecaman dari berbagai spektrum politik.

Ketua Partai Demokrat Michigan, Curtis Hertel, mengecam perilaku Lang sebagai tindakan kebencian yang tidak dapat diterima, sembari memuji Dearborn sebagai kota multikultural tercinta dengan puluhan ribu orang yang merupakan teman, keluarga, dan tetangga yang sangat dihargai.

Hertel juga mengecam tokoh-tokoh politik yang menjadi tuan rumah atau mendorong aksi semacam itu. Menurutnya, membawa kelompok ekstremis ke tengah masyarakat untuk memicu konflik tetap merupakan tindakan yang "memalukan."
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Trump Tuding Iran Berupaya Dongkrak Harga Minyak Jelang Pemilu Paruh Waktu
International
Jum'at, 23 Oktober 2026 - 14:27 WIB
Pentagon Borong 850 Jet Tempur Siluman F-35 dari Lockheed Martin
International
Jum'at, 23 Oktober 2026 - 06:10 WIB