Rusia: Jerman Ingin Perang Lagi!

img-redaksi Muhaimin
Senin, 07 September 2026 - 07:19 WIB
Rusia: Jerman Ingin Perang Lagi!
Moskow tuduh Jerman ingin memulai perang lagi melawan Rusia setelah Berlin usir konsulat jenderal Rusia dari Bonn. Foto/Azer News
A
A
A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri RusiaSergey Lavrov menuduh Jerman ingin memulai perang setelah Berlin mengusir konsulat jenderal Rusia dari Bonn dan menutup pusat kebudayaan Rusia. Pernyataan itu disampaikan setelah pemerintah Jerman pada Selasa lalu menuding Moskow sebagai dalang serangan drone di Bandara Leipzig pada Agustus lalu.

Drone yang membawa bahan peledak tersebut ditemukan di area operasi kargo yang dijaga ketat di bandara strategis itu, tidak jauh dari sebuah pesawat kargo Ukraina.

Dalam wawancara yang diterbitkan pada hari Minggu, Lavrov mengatakan, "Ini, pada dasarnya, adalah awal dari perang yang nyata. Mereka mengusir konsulat jenderal dari Bonn. Mereka menutup Russian House (pusat kebudayaan Rusia) di Berlin."

"Saya ingat bahwa sebelum dimulainya Perang Dunia II...Mereka ingin perang lagi," kata Lavrov, seperti dikutip dari AFP, Senin (7/9/2026).

Lavrov juga menuduh Jerman menerapkan ideologi Nazi dan menambahkan, "Kepemimpinan Rusia akan menarik kesimpulan yang sesuai."

Sekadar diketahui, Rusia dan Jerman pernah berperang beberapa kali di masa lalu. Pada Perang Dunia I (1914–1918), Kekaisaran Jerman berperang melawan Kekaisaran Rusia. Keduanya berada di kubu yang berlawanan.

Kemudian pada Perang Dunia II (1939–1945), Nazi Jerman dan Uni Soviet awalnya memiliki Pakta Molotov–Ribbentrop pada 1939, yang antara lain mengatur pembagian wilayah pengaruh di Eropa Timur. Namun, hubungan itu berakhir ketika Jerman melancarkan Operasi Barbarossa pada 22 Juni 1941, menyerbu Uni Soviet.

Perang Jerman–Uni Soviet kemudian menjadi salah satu front paling brutal dalam Perang Dunia II. Pertempuran besar seperti Stalingrad (1942–1943) dan Kursk (1943) menjadi titik penting yang akhirnya mengubah jalannya perang. Tentara Soviet kemudian bergerak ke Berlin dan Nazi Jerman menyerah pada Mei 1945.

Jerman merupakan anggota NATO. Jika Rusia perang dengan Jerman, tidak menutup kemungkinan akan berubah menjadi perang Moskow melawan NATO, dan lebih buruknya lagi menjadi Perang Dunia III.

Pada Selasa pekan lalu, pemerintah Jerman mengatakan Rusia mengirim "agen tingkat rendah" untuk melakukan upaya "serangan hibrida" yang melibatkan sebuah drone bermuatan bahan peledak di bandara strategis di wilayah timur Jerman.

Sebagai respons, Jerman menutup konsulat Rusia di Bonn dan mengakhiri kontrak pengelolaan Russian House, sebuah pusat kebudayaan Rusia di Berlin.

Setelah memeriksa teknologi drone yang digunakan serta informasi intelijen lainnya, Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt mengatakan, "Pemerintah menyimpulkan bahwa Rusia bertanggung jawab atas serangan hibrida di Leipzig pada 4 Agustus."

"Konfigurasi drone tersebut—berbagai komponennya, bahan peledak, dan sistem pemicunya—sudah kami kenali dari operasi hibrida Rusia lainnya serta perang Rusia terhadap Ukraina," imbuh dia.

"Kami tidak melihat insiden Leipzig sebagai kejadian yang berdiri sendiri, melainkan sebagai bagian dari rangkaian tindakan hibrida lainnya," ujarnya. "Kami berasumsi bahwa Jerman menjadi sasaran serangan hibrida Rusia lebih lanjut."

"Kami tidak sedang berperang, tetapi setiap hari kami menjadi sasaran perang hibrida," kata Dobrindt.

Pada Rabu pekan lalu, negara-negara Uni Eropa memanggil para utusan Rusia dan membahas kemungkinan pemberlakuan sanksi baru terkait insiden tersebut.

"Jelas bahwa insiden ini memiliki semua ciri terorisme yang disponsori negara," kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas. "Pertanyaannya adalah, apa yang akan kita lakukan mengenai hal ini?"
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Putin, Xi Jinping, dan Trump Mungkin akan Gelar Pertemuan Puncak Bersejarah
International
Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:06 WIB
Rusia: Bahaya Senjata Nuklir Saat Ini Sangat Ekstrem
International
Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:30 WIB
Indonesia, Turki, Qatar, dan Pakistan Sepakati Nota Kesepahaman Badr
International
Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:05 WIB