Ratko Mladic, si Jagal Bosnia yang bertanggung jawab atas genosida 8.000 Muslim Bosnia, mati sebagai narapidana kejahatan perang. Tapi, para pendukung memujinya sebagai Pahlawan Serbia. Foto/Katarina Baletic/BIRN
BEOGRAD - Upacara penghormatan untuk
penjahat perang Ratko Mladic digelar di Beograd pada Sabtu kemarin, dua hari sebelum pemakamannya. Acara tersebut dihadiri puluhan mantan personel militer, anggota keluarga, dan pejabat Serbia.
Mladic meninggal dunia pekan lalu setelah mengalami beberapa kali stroke saat menjalani hukuman penjara seumur hidup di Den Haag atas kejahatan perang yang dilakukannya selama perang Bosnia pada 1990-an.
Jenazah Mladic dipulangkan ke Serbia menggunakan pesawat pemerintah pada Kamis. Peti jenazahnya dibungkus dengan bendera dan disambut dengan penghormatan militer.
Mladic, yang berusia 84 tahun, akan dimakamkan di sebuah pemakaman di Beograd besok. Prosesi tersebut diperkirakan akan dihadiri ribuan pelayat meskipun mendapat kecaman dunia internasional.
Sekitar 300 orang berkumpul dalam upacara penghormatan untuk Mladic di sebuah fasilitas militer di Beograd pada hari Sabtu, menurut laporan
AFP, Minggu (6/9/2026). Acara tersebut diselenggarakan oleh sebuah asosiasi para jenderal Angkatan Darat Serbia, baik yang masih aktif maupun yang telah pensiun.
Putranya, Darko, serta anggota keluarga lainnya turut hadir. Menteri Kehakiman Serbia Nenad Vujic juga menghadiri acara tersebut, bersama sejumlah pejabat dari Republika Srpska, entitas Serbia-Bosnia di Bosnia dan Herzegovina, termasuk Presiden Sinisa Karan.
Puluhan pendukung Mladic lainnya memadati area di depan Serbian Army House di pusat Beograd. Namun, mereka harus tetap berada di luar karena tempat acara sudah penuh.
Sebagian dari mereka membawa bendera atau mengenakan kaus bergambar Mladic dalam seragam militer dengan tulisan "Pahlawan Serbia".
Dalam upacara tersebut, para pembicara memuji peran Mladic selama perang di Bosnia dan Kroasia pada 1990-an. Mereka menggambarkannya sebagai "sosok yang sangat besar, baik sebagai manusia maupun sebagai seorang prajurit."
Kekejaman Mladic selama perang dan runtuhnya Yugoslavia menyebabkan media internasional menjulukinya sebagai "Jagal Bosnia" atau "Butcher of Bosnia".
Pengadilan PBB yang berkedudukan di Den Haag memvonis Mladic bersalah melakukan genosida terkait pembantaian Srebrenica pada 1995, ketika sekitar 8.000 pria dan anak laki-laki Bosnia Muslim (Bosniak) dibunuh di sebuah zona aman yang berada di bawah perlindungan PBB.
Meski telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, Mladic masih dipandang sebagai pahlawan oleh sebagian warga Serbia, terutama di Republika Srpska. Kematian Mladic di wilayah tersebut ditandai dengan aksi berjaga dan berbagai perkumpulan.
"Terima kasih (Ratko Mladic) atas keberadaan Republika Srpska," kata Zivomir Ninkovic, seorang pensiunan jenderal Serbia-Bosnia, dalam upacara tersebut.
"Sebab, jika kita tidak memiliki Ratko Mladic, dengan segala karakteristik yang dimilikinya, kita tidak akan memiliki Republika Srpska," ujarnya.
Republika Srpska, bersama Federasi Bosnia dan Herzegovina yang dihuni mayoritas Bosniak dan Kroasia Bosnia, membentuk negara Bosnia dan Herzegovina setelah perang 1992-1995.
(mas)