Perang Saudara Berkecamuk di Negeri Para Habib, 189 Orang Tewas

img-redaksi Muhaimin
Minggu, 06 September 2026 - 08:58 WIB
Perang Saudara Berkecamuk di Negeri Para Habib, 189 Orang Tewas
Perang saudara berkecamuk di Yaman antara pasukan pemerintah dengan pemberontak Houthi. Sudah 189 orang tewas. Foto/Gulf News
A
A
A
SANAA - Perang saudara berkecamuk di Yaman, negara yang dikenal sebagai leluhur para habib. Pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi terlibat pertempuran sengit dengan pasukan pemberontak Houthi, menewaskan189 oranghingga hari Sabtu.

Sumber medis dan militer setempat mengatakan kepada AFP, Minggu (6/9/2026), mereka yang tewas termasuk warga sipil.

Pertempuran terbaru terjadi sejak Jumat di wilayah barat daya Yaman, tercatat sebagai pertempuran paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir. Ini terkait perebutan akses menuju Laut Merah.

Menurut tiga sumber militer Yaman,66 tentara pemerintah tewas dalam pertempuran selama beberapa jam di wilayah barat daya, sementara sumber medis dan militer dari pihak Houthi yang didukung Iran menyatakan bahwa69 personel Houthi tewas. Korban tewas lainnya merupakan warga sipil.

Seorang sumber medis di kota Taiz yang dikuasai pemerintah mengatakan bahwa serangan rudal menewaskan enam warga sipil yang sedang menaiki bus dan melukai tujuh orang lainnya.

Seorang pejabat pemerintah menuding pihak Houthi sebagai pelaku serangan terhadap bus yang sedang dalam perjalanan antara Taiz dan Aden—lokasi pusat pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional.

Di Taiz, seorang perwira militer mengatakan bahwa beberapa jam ke depan akan menjadi penentu setelah pihak Houthi merebut posisi-posisi di dekat kota tersebut sehari sebelumnya.

Perwira itu menambahkan bahwa pasukan bantuan telah tiba dari Aden sebagai respons terhadap serangan ofensif Houthi, yang bertujuan memutus akses ke kota pelabuhan Mokha yang dikuasai pemerintah—yang telah berada di bawah gempuran selama berminggu-minggu—serta bergerak maju menuju wilayah yang berbatasan dengan Selat Bab al-Mandab.

Pada hari Jumat, pertempuran tersebut menewaskan 129 orang, menurut data yang dihimpun AFP dari berbagai sumber. Akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran bagi kapal-kapal komersial, titik strategis Bab al-Mandab menjadi semakin penting sebagai jalur transit minyak dari Arab Saudi, eksportir minyak mentah terbesar di dunia.

Seorang pejabat militer mengatakan kepada AFP pada hari Sabtu bahwa tiga serangan udara yang dilancarkan oleh Arab Saudi—pendukung utama pemerintah Yaman di Aden—telah menyasar posisi-posisi di Taiz yang baru saja direbut oleh kelompok Houthi.

Pada bulan Juli, gencatan senjata yang rapuh antara kelompok Houthi dan pemerintah Yaman runtuh setelah kelompok pemberontak tersebut mengizinkan pesawat Iran mendarat di ibu kota Sanaa, yang kemudian memicu serangkaian serangan.

Pertempuran antara kelompok Houthi yang didukung Iran dan pasukan pemerintah yang didukung oleh sekutu Amerika Serikat, Arab Saudi, menandai munculnya front baru dalam konflik Timur Tengah yang lebih luas, yang telah pecah sejak akhir Februari akibat serangan AS dan Israel terhadap Iran.

Kelompok Houthi juga telah mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi serta mulai menargetkan kapal dan wilayah negara tersebut.
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Suriah dan Arab Saudi Bahas Pengerahan 10.000 Pejuang ke Yaman
International
Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:29 WIB