Presiden AS Donald J. Trump duduk di meja memantau operasi militer selama Operasi Epic Fury melawan Iran, di Washington, Amerika Serikat, pada 2 Maret 2026. Foto/Gedung Putih/X/Anadolu Agency
WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington dapat menyerang lokasi Pickaxe Mountain milik Iran "dalam waktu dekat". Dia juga menyebut konflik yang sedang berlangsung dengan Teheran sebagai masalah "kecil" dan menyatakan AS melakukan serangan secara berkala.
Saat ditanya apakah konfrontasi tersebut harus dianggap sebagai perang, Trump mengatakan ia lebih memilih menyebutnya sebagai "konflik militer."
"Banyak orang tidak menyebutnya perang. Saya menyebutnya konflik militer karena bagi kami ini masalah kecil. Ini bukan hal besar," ujarnya kepada para wartawan di Ruang Oval.
Trump mengatakan AS telah melakukan "serangan berkala" dan mengklaim tidak ada pertempuran aktif selama beberapa hari sebelum serangan AS baru-baru ini yang menargetkan sistem radar Iran.
"Kami tidak sedang bertempur saat ini. Tidak ada pertempuran," katanya, seraya menambahkan AS mengendalikan lalu lintas di Selat Hormuz dan menyerang kemampuan militer Iran.
Trump mengklaim AS telah menghancurkan radar, pesawat, dan sistem lain milik Iran yang melindungi jalur perairan strategis tersebut.
Dia mengatakan kapal penyapu ranjau telah membersihkan ranjau dari selat itu.
Ia juga mengklaim AS telah mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir, dengan alasan intervensi Washington telah melindungi Israel dan kawasan Timur Tengah secara lebih luas.
"Mereka tidak akan memiliki senjata nuklir. Itulah yang telah kami lakukan," kata Trump. "Iran tidak akan memiliki senjata nuklir karena jika mereka memilikinya, Anda mungkin tidak akan bisa berdiri di sini terlalu lama."
Trump berkata, "Kami mungkin akan menyerang Pickaxe dalam waktu dekat," seraya menambahkan AS mengetahui "setiap orang yang bergerak di Pickaxe" dan di seluruh wilayah Iran.
Saat ditanya kapan konflik akan berakhir, Trump mengatakan ia tidak dapat memberikan kerangka waktu namun berpendapat Washington telah mencapai tujuan utamanya.
"Kami sudah memenangkan hal yang paling penting: tidak akan ada senjata nuklir," ujarnya.
Trump menambahkan bahkan jika AS segera menarik diri, "butuh waktu 25 tahun bagi mereka untuk membangun kembali negara mereka."
(sya)