Iran Sindir Upaya Jadikan Penghapusan Utang untuk Rekrut Warga AS Jadi Tentara dalam Perang

img-redaksi Syarifudin
Sabtu, 05 September 2026 - 08:02 WIB
Iran Sindir Upaya Jadikan Penghapusan Utang untuk Rekrut Warga AS Jadi Tentara dalam Perang
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengunggah foto dari film Squid Games untuk menyindir upaya penghapusan utang untuk rekrut warga AS dalam perang Iran di X. Foto/x
A
A
A
TEHERAN - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyatakan pada Amerika Serikat bahwa jangan biarkan siapa pun mengubah anak-anak Anda menjadi tentara bayaran untuk perang pilihan. Dia menyoroti kolom opini di Jerusalem Post yang menyarankan agar AS memanfaatkan utang pinjaman mahasiswa dan beban keuangan mereka untuk merekrut mereka guna berperang melawan Iran.

"Wahai rakyat Amerika, tanyakan satu hal pada diri Anda sendiri: Mengapa putra-putri Anda ditawari penghapusan utang sebagai imbalan untuk bertempur dan mati dalam perang yang diinginkan Israel agar terus berlanjut dan meluas?" tulisnya dalam unggahan di X.

"Nyawa Anda. Pajak Anda. Perang orang lain," tambahnya. "Jangan biarkan siapa pun mengubah anak-anak Anda menjadi tentara bayaran untuk 'perang pilihan' mereka yang ilegal."

Sementara itu, para pejabat AS membantah bahwa ini adalah satu perang. Presiden AS Donald Trump baru saja menyebut konflik dengan Iran ini sebagai masalah "sepele" saat berada di Ruang Oval Gedung Putih.

Ia membandingkan jumlah personel AS yang tewas dalam konflik ini sejauh ini—sebanyak 18 orang dan jumlahnya terus bertambah—dengan Perang Vietnam yang menewaskan puluhan ribu tentara.

Itulah sebabnya ia berpendapat konflik ini belum cukup signifikan untuk dikategorikan sebagai perang berskala penuh.

Yang kita ketahui adalah presiden AS menyatakan AS memegang kendali penuh dan memahami tindakan serta pergerakan Garda Revolusi Iran (IRGC).

Kita telah melihat bukti hal tersebut awal pekan ini ketika AS menyerang Pulau Larak serta peluncur-peluncur yang menurut tuduhan AS sedang diisi ranjau oleh Iran untuk ditembakkan ke Selat Hormuz.

Tujuan AS adalah menjaga kebebasan navigasi tetap terbuka sekaligus melindungi kepentingan AS di kawasan tersebut.

Namun, kita juga mengetahui bahwa terkait upaya mengakhiri konflik, kini terdapat prasyarat dari pihak AS.

Wakil Presiden JD Vance sebelumnya menyatakan tidak akan ada pembicaraan untuk mengakhiri konflik ini sampai Iran berhenti menembaki kapal-kapal komersial.

(sya)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Pakar Ini Yakin Israel Hadapi Krisis Eksistensial Terbesar dalam Sejarahnya
International
Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:11 WIB
2 Tentara Israel Tewas, Netanyahu: Kejutan Besar Menanti Otoritas Palestina
International
Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:42 WIB
8 Negara Sekutu AS Tolak Rencana Trump Serang Iran pada Akhir Pekan Ini
International
Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:15 WIB