Wakil Presiden AS JD Vance. Foto/anadolu
WASHINGTON - Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyampaikan penilaian yang sangat blak-blakan mengenai rekam jejak militer Amerika sembari menegaskan perlunya perubahan budaya di Pentagon. Pernyataan itu muncul seiring perang antara AS dan Iran.
"Amerika telah terlibat dalam banyak perang selama saya hidup — 42 tahun. Dan kita hampir tidak pernah memenangkannya satu pun," ungkap JD Vance.
Wakil Presiden AS tersebut kemudian menggambarkan empat dekade terakhir sebagai "40 tahun yang, terus terang, merupakan petualangan militer yang keliru," seraya mempertanyakan perencanaan militer maupun kepemimpinan politik di baliknya.
Dan kini, AS menghadapi potensi "petualangan keliru" lainnya di Iran.
Sementara itu, satu rudal yang menghantam acara pernikahan di Iran—menewaskan empat orang, termasuk dua anak-anak—kemungkinan besar ditembakkan oleh AS, menurut analisis Reuters.
Serangan itu terjadi pada hari Selasa di kota Kuhestak, Iran selatan, dan juga menyebabkan 68 orang terluka.
Reuters berbicara dengan para ahli senjata yang meninjau gambar dan video yang telah diverifikasi oleh kantor berita tersebut.
Tiga dari empat ahli menyatakan kecil kemungkinannya kematian tersebut disebabkan oleh rudal Iran yang melenceng.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengecam serangan tersebut sebagai kejahatan perang.
Di sisi lain, lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz tetap rendah, berada di bawah tingkat normal, menurut data pelacakan awal.
Data pelayaran yang dihimpun Kpler dan dikutip Reuters menunjukkan empat kapal pengangkut komoditas melintasi jalur perairan tersebut kemarin, hari Kamis; jumlah ini turun dari sembilan kapal pada hari sebelumnya dan jauh di bawah rata-rata 10 hari yang berkisar pada 15 kapal.
Data tersebut menunjukkan kapal-kapal itu mencakup dua kapal tanker jarak menengah, satu kapal tanker Kamsarmax, dan satu kapal jenis Handysize per pukul 04.55 GMT.
Jumlah total kapal yang melintas dapat berubah, mengingat beberapa kapal mematikan transponder mereka saat berlayar.
(sya)