Trump Murka dengan Laporan AS Kekurangan Amunisi di Tengah Perang Iran: 'Sampah Pengkhianat!'

img-redaksi Muhaimin
Jum'at, 04 September 2026 - 08:11 WIB
Trump Murka dengan Laporan AS Kekurangan Amunisi di Tengah Perang Iran: Sampah Pengkhianat!
Presiden Donald Trump marah dengan media yang beritakan AS kekurangan amunisi di tengah perang melawan Iran. Foto/The White House
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meluapkan kemarahannya pada media dan orang-orang yang melaporkan bahwa Amerika kekurangan amunisi di tengah perang melawan Iran. Dia menyebut pihak-pihak yang membuat laporan itu telah melakukan pengkhianatan.

"Mereka melakukan itu karena lebih memilih melihat Amerika Serikat KALAH dalam perang yang sebenarnya sedang kita MENANGKAN dengan mudah, daripada melihat saya MENANG," kesal Trump dalam unggahan di Truth Social pada Kamis.

Dalam unggahan kedua, Trump menegaskan bahwa AS memiliki jumlah amunisi yang nyaris tidak terbatas.

Dia mengatakan AS memiliki lebih banyak amunisi kelas menengah hingga tinggi daripada yang dapat digunakan dalam operasi saat ini maupun perang potensial lainnya. Trump juga mengeklaim bahwa AS memproduksi amunisi pada "tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya."

"Bagi para SAMPAH pengkhianat yang menolak memberitakan secara akurat mengenai Operasi Militer kita di Iran: kita memiliki persediaan amunisi kelas menengah hingga tinggi dalam jumlah yang praktis tak terbatas—jauh melampaui apa pun yang mungkin kita butuhkan untuk operasi ini ataupun perang lainnya (yang kemungkinannya sangat kecil!) yang mungkin saja terjadi," lanjut unggahan Trump.

"Kami menimbun dan mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan apa pun yang dapat terjadi," imbuh dia.

Trump menambahkan bahwa Washington saat ini mempertahankan amunisi untuk kebutuhan militernya sendiri, bukan menjualnya kepada negara lain. Namun, dia mengatakan penjualan senjata kepada sekutu AS akan kembali dilakukan segera.

Lebih lanjut, Trump mengkritik pemerintahan mantan Presiden Joe Biden terkait bantuan militer yang diberikan kepada Ukraina. Dia mengeklaim pendahulunya telah memberikan lebih banyak amunisi kepada Kyiv secara gratis dibandingkan jumlah yang telah digunakan AS dalam perang di Iran.

"Ratusan miliar dolar diberikan kepada Ukraina dan NATO, secara gratis, yang seharusnya dibayar oleh Eropa," kata Trump, tanpa memberikan bukti untuk mendukung klaim tersebut.

Dia menambahkan bahwa pemerintahannya akan berupaya meminta penggantian biaya dari negara-negara Eropa atas bantuan tersebut. Menurut Trump, Washington akan meminta uang itu "meski agak terlambat."

Pernyataan Trump muncul di tengah sorotan terhadap sumber daya militer dan konsumsi amunisi AS, ketika Washington terus menjalankan operasinya di Iran.

Presiden AS tersebut berulang kali membela kemampuan militer negaranya, sekaligus mengkritik berbagai laporan dan komentar yang menurutnya menggambarkan AS sebagai negara yang kekurangan senjata dan amunisi.
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Trump Tuding Iran Berupaya Dongkrak Harga Minyak Jelang Pemilu Paruh Waktu
International
Jum'at, 23 Oktober 2026 - 14:27 WIB