Video Lego Terbaru Explosive Media Group Ungkap Serangan AS Ubah Pesta Pernikahan Jadi Duka

img-redaksi Syarifudin
Kamis, 03 September 2026 - 21:32 WIB
Video Lego Terbaru Explosive Media Group Ungkap Serangan AS Ubah Pesta Pernikahan Jadi Duka
Video lego serangan AS di acara pesta pernikahan di Iran. Foto/X/ExplosiveMediaa
A
A
A
TEHERAN - Explosive Media Group, kelompok yang pro-Iran, merilis animasi AI bergaya Lego yang memperlihatkan serangan mematikan Amerika Serikat terhadap satu pesta pernikahan di Iran selatan. Serangan barbar itu menewaskan lima warga sipil, termasuk seorang anak, menurut pihak berwenang Iran.

Video tersebut muncul saat AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran pada hari Selasa, dengan alasan menargetkan lokasi milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di dekat Selat Hormuz terkait dugaan ancaman terhadap pelayaran komersial dan pasukan AS.

Sejak saat itu, Iran telah melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) terhadap fasilitas militer AS di seluruh kawasan tersebut.

Klip tersebut beredar di media Iran pada hari Rabu bersamaan dengan rekaman dari lokasi kejadian di Kuhestak, Kabupaten Sirik, Provinsi Hormozgan, yang memperlihatkan kerusakan parah pada bangunan tempat tinggal dan puing-puing yang berserakan di sekitar lokasi.

Media Iran menggambarkan serangan tersebut sebagai tindakan AS yang mengubah "pesta pernikahan di Sirik menjadi suasana duka."

Setidaknya lima orang tewas dan lebih dari 60 orang terluka dalam serangan itu; banyak di antaranya adalah perempuan dan anak-anak, menurut pejabat Iran.

Seorang anak berusia empat tahun dan seorang remaja berusia 16 tahun termasuk di antara korban tewas.

Bulan Sabit Merah Iran telah mendesak Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menyelidiki serangan tersebut, dengan menyatakan status sipil lokasi kejadian menimbulkan "kekhawatiran serius" berdasarkan hukum humaniter internasional.

Mereka menyatakan serangan itu bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang dan menyerukan penyelidikan yang independen serta tidak memihak.

Juru bicara Komando Pusat AS (US Central Command), Kapten Tim Hawkins, mengatakan pihak militer mengetahui adanya laporan mengenai korban sipil, seraya menambahkan informasi tersebut berasal dari media pemerintah Iran. "Militer AS tidak pernah menargetkan warga sipil," tegasnya.

Presiden AS Donald Trump memperingatkan Teheran pada hari Selasa bahwa jika mereka membalas, mereka akan diserang "dengan kekuatan yang jauh lebih keras dan tingkat yang lebih tinggi," seraya menambahkan serangan yang jauh lebih besar "sudah disiapkan" dan akan membuat Iran "hampir musnah sepenuhnya."

Dalam percakapan telepon dengan Fox News, Trump mengatakan Iran akan "musnah total" jika mereka melakukan serangan balasan.

Iran kemudian mengumumkan "tanggapan yang menghukum," dengan mengklaim telah melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak terhadap fasilitas militer AS di Yordania, Bahrain, Kuwait, UEA, dan Erbil di wilayah Kurdistan, Irak.

IRGC mengklaim personel dan peralatan militer AS terkena dampak dalam beberapa serangan tersebut.

Video AI bergaya Lego telah menjadi bagian dari perang informasi daring terkait konflik tersebut, dengan Explosive Media Group sebagai salah satu kreator yang paling dikenal.

Video-video mereka telah ditonton jutaan kali, menampilkan berbagai peristiwa pertempuran yang sering kali diiringi musik rap.

Mahdi Hemmat, seorang kartunis Lego keturunan Iran-Amerika yang animasinya juga viral, mengatakan kepada RT awal tahun ini bahwa konten semacam itu membantu Teheran menantang narasi Washington.

Pendekatan lama Amerika yang menuntut orang untuk "mempercayai apa yang kami katakan" tidak lagi efektif, ujarnya, karena "kenyataan kini tersaji secara langsung (live)."

Hemmat menggambarkan strategi daring Iran sebagai pendekatan "berbiaya rendah namun berdampak besar," seraya menyebutkan konten yang dibuat oleh kreator independen dapat memaksa "imperium media bernilai miliaran dolar untuk beralih ke posisi bertahan."

Ia menyatakan animasi buatannya didasarkan pada "peristiwa-peristiwa yang dapat diverifikasi dan ditelusuri lebih dalam oleh siapa saja."

(sya)
See original source
link link link link
Berita Terkait
2 Tentara Israel Tewas, Netanyahu: Kejutan Besar Menanti Otoritas Palestina
International
Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:42 WIB
8 Negara Sekutu AS Tolak Rencana Trump Serang Iran pada Akhir Pekan Ini
International
Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:15 WIB